PANGKALPINANG, AksaraNewsroom.ID – Kota Pangkalpinang dinilai memiliki peluang besar untuk mengembangkan ekonomi biru sebagai strategi pertumbuhan berkelanjutan. Potensi tersebut mencakup sektor perikanan tangkap dan budidaya, industri pengolahan hasil laut, hingga wisata bahari.
Ketua Cabang Maritim Muda Kota Pangkalpinang, Kendra, mengatakan potensi maritim yang dimiliki Pangkalpinang mampu menjadi penggerak ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Menurutnya, Pangkalpinang harus mulai melirik potensi besar ekonomi biru sebagai aspek penggerak pengembangan ekonomi berkelanjutan.
“Ekonomi biru harus dilihat sebagai peluang strategis. Ini bukan hanya soal bisnis, tapi juga tentang kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan,” ujarnya, Minggu (14/9/2025).
- Baca Juga: Menteri KKP Lihat Program Revitalisasi Mangrove PT Timah Tbk, Wujudkan Implementasi Ekonomi Biru
Kendra mengatakan sejumlah komoditas perikanan unggulan yang bisa dikembangkan antara lain ikan selar hijau, ikan pelagis, serta kepiting bakau dari kawasan Selindung yang telah menembus pasar ekspor.
Selain itu, produk olahan khas Pangkalpinang, seperti kemplang, otak-otak, dan terasi, juga memiliki nilai jual tinggi.
Menurut Kendra, pemerintah daerah perlu menyiapkan regulasi dan wadah partisipasi masyarakat agar mampu memahami sekaligus memanfaatkan potensi maritim secara optimal.
“Dengan dukungan pemerintah dan partisipasi masyarakat, Pangkalpinang bisa menjadi pelopor ekonomi biru di Indonesia, menjadikan laut sebagai sumber kesejahteraan berkelanjutan,” kata dia.
Selain sektor perikanan, potensi wisata bahari Pangkalpinang dinilai menjanjikan. Sejumlah pantai memiliki peluang investasi di bidang resort, ekowisata, hingga wisata kuliner berbasis hasil laut.
“Dengan dukungan regulasi yang jelas, insentif bagi pelaku usaha, dan promosi berkelanjutan, Pangkalpinang berpeluang menjadi destinasi strategis bagi investor sekaligus pionir ekonomi biru di Indonesia,” ungkapnya. (*)





















