PANGKALPINANG, AksaraNewsroom.ID – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) bersama DPRD Babel terus berkoordinasi dalam memetakan sejumlah potensi untuk mendulang pendapatan asli daerah (PAD).
Terbaru, DPRD dan Pemerintah Provinsi Babel menggelar rapat koordinasi terkait optimalisasi pendapatan daerah, berlangsung di Ruang Banmus DPRD Babel, Jumat (31/10) kemarin.
Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya, dan dihadiri oleh sejumlah Anggota DPRD Babel, serta para OPD seperti Bakuda Babel, DLHK Babel, DPKP Babel, PUPRPRKP Babel, Dinas Kesehatan Babel, dan lain-lain.
Kegiatan ini pun berjalan sangat alot, terlihat para OPD yang hadir pun diberi kesempatan untuk menerangkan sejumlah potensi yang bisa dijadikan PAD bagi daerah.
Salah satu yang diberikan kesempatan tersebut yakni Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Babel. Pada kesempatan itu, Plt Kepala DLHK Babel, Deki Susanto mengatakan, bahwa memang diperlukan langkah percepatan dalam mendorong PAD bagi daerah.
Dari DLHK Babel sendiri, dijelaskan Deki, salah satu yang bepotensi memberikan PAD tersebut melalui pemeriksaan sampel yang dilakukan Laboratorium Lingkungan Hidup (LH).
Bahkan, ia mengaku, pada beberapa tahun silam Laboratorium yang dinaungi DLHK mampu menyumbang PAD senilai Rp 1 miliar dalam dua tahun, dan jauh melampaui target yang ditetapkan senilai Rp 60 juta.
Namun saat ini, kata Deki, ada beberapa kendala yang dihadapi, salah satunya yakni keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM).
”SDM-nya 6 orang lulus P3K pak pindah dan tidak di laboratorium lagi. Sementara laboratorium mengandalkan SDM pak untuk melakukan analisanya. Alhamdulillah kami dapat pinjaman 3 orang (dari UPT Perikanan-red) Pak, analis mereka kami pindahkan di LH,” ucapnya.
Meskipun keterbatasan SDM, Deki menambahkan, pihaknya saat ini telah membuka kembali pemeriksaan sample dari pihak eksternal, sehingga secara perlahan mulai menghasilkan pendapatan bagi daerah.
”Alhamdulillah pelan-pelan pemasukan mulai bertambah pada saat ini sampai dengan tutup buku sampai Desember nanti,” tuturnya.
Selain itu, pihaknya siap jika target PAD bagi laboratorium DLHK Babel dinaikkan. Namun, ia meminta agar fasilitas laboratorium DLHK dapat diperbaiki.
Karna menurut Deki, keberadaan Laboratorium DLHK Babel saat ini kurang representatif. Bahkan, pihaknya mengaku iri dengan Laboratorium Kesehatan yang memiliki laboratorium di tiga (3) tempat.
”Mungkin Rp 3 Miliar berani pak, cuman satu kami mohonya Pak terkait dengan fasilitasnya. Maksudnya, kami terus terang iri dengan Laboratorium Kesehatan Pak ada 3 tempat, sementara Lab LH itu nyempil Pak, nyempil antara Dinas Pertanian dan Dinsos, Perikanan, pada saat itu kita akan bertambah PAD Pak, otomatis sample masuk akan bertambah,” ucap Deki.
”Nah disini la permasalahannya, kalo tempatnya tidak disesuaikan dengan kondisi tersebut kami takut kurang representatif Pak, jadi kalo emang ada lahan sedikit bisa di relokasikan labor itu ketempat yang agak jauh sedikit lah, gak dempetan, InsyaAllah akan lebih maksimal,” sambung Plt Kepala DLHK Babel ini.
Sementara itu, Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya mengatakan, pihaknya akan segera mengirimkan surat kepada Gubernur Babel, agar nantinya laboratorium DLHK dapat diisi dengan SDM sesuai dengan kebutuhan.
”Nanti masalah SDM kita akan kirim surat kepada bapak Gubernur bahwa bapak (DLHK Babel-red) butuh SDM,” ucapnya.
Wali Kota Pangkalpinang Bahas Pengelolaan Sampah Bersama KLHK
PANGKALPINANG, AksaraNewsroom.IDb- Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin, menghadiri Rapat Pembahasan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi Pengolahan Sampah di Smart Room Center Kantor...





















