PANGKALPINANG, AksaraNewsroom.ID -Pengungkapan kasus penimbunan 42 ton BBM subsidi di Belinyu, Kabupaten Bangka, tampaknya mulai memasuki babak baru. Kini, muncul dugaan adanya aktor intelektual yang berada di balik operasi ilegal tersebut.
Setelah lima terduga pelaku berhasil diamankan, sosok berinisial P ini mencuat dan diduga kuat sebagai “big bos” atau pihak yang mengendalikan dan pendanaan dibalik sosok A yang lebih dulu diamankan.
Informasi yang dihimpun Aksara Newsroom menyebut, P diduga menjalankan bisnis ilegal ini melalui pola direksi boneka. A yang sebelumnya diamankan diduga hanya menjadi perpanjangan tangan untuk menutupi identitas sebenarnya dari pengendalinya.
Modus tersebut diduga dilakukan agar identitas dan keterlibatannya tetap tersamarkan, sementara pihak lain yang bertindak sebagai “petugas lapangan” menjadi pihak yang terlihat aktif dalam kegiatan di gudang penyimpanan BBM subsidi.
- Baca Juga: Polda Babel Telusuri Keterlibatan Pihak Lain di Balik Penimbunan 42 Ton BBM Subsidi di Belinyu
Sumber yang masih sama menyebut, P diduga mengatur jaringan, termasuk koordinasi atau meloloskan BBM tersebut. Namun, hingga kini, motif dan keterlibatan P masih menjadi tanda tanya.
Penelusuran redaksi menemukan bahwa P dan A pernah berada dalam satu perusahaan hingga akhir 2022. Nama A pun sempat muncul dalam pemberitaan surat kabar lokal yang menyatakan bahwa ia sudah tidak lagi bekerja di sebuah perusahaan (R*- red) yang berlokasi di Belinyu.

Namun, hingga kini, motif dan dugaan keterlibatan keduanya masih menjadi tanda tanya.
Upaya konfirmasi telah dilakukan kepada Dirkrimsus Polda Babel terkait informasi nama yang disebut-sebut alias sosok berinisial P yang diduga sebagai “big bos” di balik kasus ini, dan disinyalir dibalik A, yang sebelumnya terlebih dulu ditangkap, termasuk apakah nama tersebut sudah masuk dalam radar penyidik.
Merespon beberapa pertanyaan itu, Kabid Humas Polda Babel, Kombes Pol Fauzan, menyatakan bahwa proses penyelidikan masih terus berlanjut.
“Masih didalami penyidik peran dan keterlibatan pihak lain,” kata Fauzan kepada Aksara Newsroom, Senin (17/11/2025).
Sementara itu, Aksara Newsroom terus berupaya melakukannkonfirmasi langsung dengan nama-nama disebut, termasuk pihak yang disinyalir terafiliasi dengan P.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa penyimpangan distribusi BBM subsidi bukan hanya merugikan negara, tetapi juga menimbulkan dampak langsung kepada masyarakat, seperti kelangkaan dan antrean panjang di SPBU di Bangka.
Dikonfirmasi Aksara Newsroom, Wakil Ketua DPRD Babel, Edi tak menampik penimbunan BBM Subsidi menjadi salah satu faktor penyebab.
“Bisa jadi, tentu ini harus diusut tuntas oleh aparat, sehingga tidak terjadi kegiatan-kegiatan yang melanggar hukum dan merugikan masyarakat,” kata dia. (HJK/D2K).
- Baca Juga: Ditreskrimsus Polda Babel Benarkan Sedang Selidiki Proyek Dermaga Plengsengan Tanjung Gading
Catatan Redaksi
Redaksi Aksara Newsroom melakukan perbaikan pada kutipan langsung dalam berita berjudul “Inisial P Diduga ‘Big Bos’ di Balik Penimbunan 42 Ton BBM Subsidi di Bangka, Diduga Kendalikan Direksi Boneka”.
Perbaikan dilakukan pada akurasi penyampaian pernyataan sumber agar tetap sesuai fakta dan kaidah jurnalistik, tanpa mengubah substansi informasi yang disampaikan.Redaksi menegaskan bahwa ralat ini dilakukan sebagai bentuk komitmen terhadap prinsip keberimbangan, ketelitian serta verifikasi informasi. (HJK/D2K)





















