PANGKALPINANG, AksaraNewsroom.ID – Ketua DPC Partai Gerindra Kota Pangkalpinang, Bangun Jaya menegaskan bahwa pendidikan politik tidak hanya soal memahami struktur organisasi, tetapi juga membangun karakter kader yang loyal serta berkomitmen menjaga marwah partai.
Dalam arahannya, Bangun Jaya yang juga Wakil Ketua DPRD Pangkalpinang ini menekankan bahwa setiap kader harus tumbuh menjadi pribadi yang siap membela hak-hak masyarakat dan menjaga cita-cita besar partai.
Menurutnya, loyalitas bukan sekadar slogan, melainkan fondasi utama agar perjuangan politik tidak melenceng dari kepentingan rakyat.
“Jangan pernah ada penghianatan terhadap partai. Komitmen dan kesetiaan adalah modal utama agar perjuangan kita berjalan lurus, konsisten, dan mencapai tujuan,” ungkap Bangun, yang juga merupakan Wakil Ketua DPRD Pangkalpinang itu.
- Baca Juga: Bangun Jaya Minta Kader Gerindra Pangkalpinang Jaga Loyalitas dan Tidak Menyimpang dari Garis Partai
Ia berharap setelah mengikuti kegiatan pendidikan politik ini, seluruh kader di Pangkalpinang semakin solid, memahami perannya, dan menjadi garda terdepan dalam menjaga kehormatan partai di tengah dinamika politik yang kian kompleks.
Selain itu, Bangun Jaya tidak hanya menekankan pentingnya pendidikan politik sebagai agenda rutin, tetapi juga sebagai momentum menguatkan komitmen kader terhadap garis perjuangan partai
“Jadikan pendidikan politik ini sarana menggali potensi diri, saling mengenal, dan memperdalam pemahaman tentang partai. Yang terpenting, kegiatan ini harus menjadikan kita semakin solid dalam mencapai tujuan partai,” ujarnya.
Bangun menuturkan bahwa konsolidasi melalui pendidikan politik dan kaderisasi menjadi kunci membangun struktur partai yang kokoh, mulai dari DPC, PAC, hingga ranting. Menurutnya, kualitas kaderisasi sangat menentukan kekuatan partai ke depan.
Ia juga mengingatkan agar setiap kader menjaga nilai kekeluargaan dan tidak terjerumus pada perilaku yang saling menjatuhkan.
“Struktur yang solid adalah struktur yang menjunjung kekeluargaan, bukan saling mengejek atau menjatuhkan. Apalagi berebut kekuasaan sesama kader hanya demi kepentingan pribadi,” tegasnya.
Merujuk Anggaran Dasar Partai Gerindra Pasal 15 Ayat 2, Bangun Jaya menegaskan bahwa pembentukan kader dilakukan secara berjenjang dan bertujuan membangun kesetiaan terhadap perjuangan partai.
Ia menegaskan agar tidak ada kader yang mengabaikan nilai perjuangan tersebut.
“Setelah kegiatan ini, jangan ada di antara kita yang mengkhianati partai atau mengabaikan cita-cita partai. Kesetiaan adalah harga mati,” ucapnya.
Tak hanya itu, Bangun Jaya mengutip pesan Ketua Umum Partai Gerindra, Presiden Prabowo Subianto, bahwa berpartai merupakan bentuk pengabdian. “Berpartai itu pengabdian. Kita bekerja untuk bangsa, bukan untuk diri kita sendiri,” kutipnya. (hjk/**)
.





















