PANGKALPINANG, AksaraNewsroom.ID – Kontroversi tuduhan Batara terhadap Gubernur Bangka Belitung, Hidayat Arsani, dianggap keliru. Narasi bahwa Gubernur Hidayat membiayai aksi demonstrasi ribuan penambang di Kantor PT Timah Tbk itu direspon oleh Anggota DPRD Babel, Rina Tarol.
Srikandi dari Partai Golkar ini meminta masyarakat tidak terburu-buru mempercayai klaim yang belum terbukti.
“Menurut saya, ini lebih kepada salah tafsir. Tidak mungkin seorang gubernur memprovokasi kericuhan di daerahnya sendiri,” ujarnya menyikapi polemik Batara dan Hidayat Arsani, Senin (8/12/2025).
Rina Tarol mengatakan ucapan Batara tersebut bisa jadi salah menafsirkan ucapan saja.
“Karena tidak mungkin seorang gubernur melakukan itu. Saya tahu persis, Pak Hidayat orang asli Bangka Belitung, tak mungkin ingin membuat kerusuhan di negerinya sendiri,” ungkap Rina.
Dia mengaku mengenal Batara sebagai sosok pemuda kritis di Bangka Selatan dan memiliki hak untuk bersuara.
Hanya saja, kata Rina Tarol, dia yakin Hidayat Arsani tidak akan mengeluarkan uang demi menggerakkan aksi demo tersebut.
“Mustahil seorang pemimpin ingin membuat rusuh negerinya sendiri. Kalau pemberian uang, bisa saja untuk ongkos bensin, dan keperluan lainnya. Tidak mungkin untuk biaya demo,” ujar Rina Tarol.
- Baca Juga: Pasca Aksi Penambang, PT Timah Sepakati Harga Timah Rp300 Ribu dan Buka Skema Mitra-Koperasi
Sebagaimana diketahui, Batara, warga Bangka Selatan, sebelumnya melalui media sosial menuduh Gubernur Hidayat memberinya uang untuk menggerakkan massa dalam aksi besar-besaran tersebut.
Tuduhan itu langsung dibantah Hidayat, yang menyatakan akan melaporkan Batara ke Polda Babel atas dugaan fitnah dan pencemaran nama baik.
Sementara Batara saat dihubungi mengaku siap dilaporkan Hidayat Arsani ke Polda Babel.
Menurut Batara, dikutip Aksara Newsroom, ucapan yang keluar dari mulutnya sudah dipikirkan dan dia siap atas risikonya.
“Saya tidak masalah, laporkan saja. Saya punya bukti, saya tidak sembarangan berbicara,” kata Batara.
Ditanya soal bukti apa yang dipegangnya, Batara tidak mau mengungkapkan ke publik.
“Saya tak mau masyarakat ribut nantinya,” ujarnya.
Diketahui, akun TikTok @bataraharahap mengunggah video berdurasi empat menit, berisi tudingan Batara terhadap Gubernur Hidayat Arsani, pihak yang bertanggung jawab kericuhan demo ribuan penambang, 6 Oktober 2025.
Batara mengaku dipanggil Hidayat ke rumah pribadi bersama temannya, Arman, sebelum demo.
Dia mengatakan Hidayat minta dirinya menggerakkan massa dan protes besar-besaran.
Menurutnya, Hidayat saat itu menyebut
PT Timah tidak menghargai masyarakat dan putra daerah. Dirinya telah membantah pernyataan Batara tersebut dan menyebutnya sebagai fitnah. (red/*)





















