PANGKALANBARU, AksaraNewsroom.ID — Penguatan karakter kebangsaan bagi generasi muda dinilai menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlangsungan bangsa. Menyadari hal tersebut, Anggota MPR RI Daerah Pemilihan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dinda Rembulan, B.A, hadir langsung di tengah para mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Bangka Belitung.
Kegiatan berlangsung di kawasan Raja Lele, Kecamatan Pangkalanbaru, Kabupaten Bangka Tengah, Kamis (11/12/2025), dalam rangka Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, yang diikuti sekitar 70 mahasiswa dan mahasiswi dengan antusias.
Dengan gaya penyampaian komunikatif dan inspiratif, Dinda membuka sesi pertama dengan materi Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara. Ia menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai luhur Pancasila sejak dini agar menjadi bagian dari identitas dan perilaku sehari-hari generasi muda.
“Pancasila bukan sekadar hafalan, melainkan harus menjadi gaya hidup. Menghormati dosen, bekerja sama dengan sesama mahasiswa, serta bersikap jujur adalah wujud nyata pengamalan Pancasila,” ujar Dinda, disambut tepuk tangan peserta.
Tak hanya menyampaikan materi, Dinda juga memotivasi para mahasiswa untuk menjadi pemimpin masa depan yang berintegritas dan berjiwa nasionalis. Menurutnya, Indonesia tidak hanya membutuhkan sumber daya manusia yang unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter kuat dan berlandaskan nilai-nilai kebangsaan.
Sosialisasi kemudian dilanjutkan oleh narasumber Yusmayadi, SH, MH, yang membahas UUD 1945 dan Ketetapan MPR RI. Ia menjelaskan bahwa konstitusi merupakan fondasi hukum yang mengarahkan kehidupan berbangsa dan bernegara, sekaligus menekankan pentingnya kesadaran hukum di kalangan generasi muda.
Sesi berikutnya disampaikan oleh Kepala Subbagian Kepegawaian Sekretariat DPD RI, Reza Pratama Riansyah, S.Pd., M.Tr.AP, yang mengulas NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai kekuatan pemersatu bangsa. Ia mengajak mahasiswa untuk menjaga persatuan di tengah keberagaman serta mewaspadai bahaya intoleransi yang dapat merusak harmoni sosial.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Sejumlah mahasiswa mengajukan pertanyaan kritis terkait penerapan nilai Pancasila di lingkungan kampus, perubahan UUD 1945, hingga sikap menghadapi intoleransi dalam kehidupan sosial.
Acara ditutup dengan foto bersama serta pesan penegasan dari Dinda Rembulan. Ia mengingatkan bahwa menjadi mahasiswa bukan semata soal capaian akademik, melainkan proses membentuk diri menjadi manusia Indonesia seutuhnya.
“Menjadi mahasiswa bukan hanya tentang nilai ujian, tetapi bagaimana kalian tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, berkarakter, dan siap menjaga negeri ini di masa depan,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, para mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami Empat Pilar secara konseptual, tetapi juga terinspirasi untuk menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing





















