PANGKALPINANG, AksaraNewsroom.ID – Sejumlah mobiler dan perlengkapan rumah dinas Wakil Gubernur Bangka Belitung, Hellyana, terancam ditarik oleh pihak penyedia. Pasalnya, barang pengadaan yang dipersoalkan mencapai sekitar Rp850 juta dan hingga kini diduga belum dibayarkan.
Penyedia dikabarkan bakal menarik seluruh perabot yang telah terpasang di rumah dinas tersebut. Barang-barang yang dipersoalkan meliputi sofa, tempat tidur hingga berbagai perlengkapan lain yang disebut telah terpasang sejak kurang lebih satu tahun lalu.
Aksara Newsroom telah berupaya menghubungi pihak Pemprov Babel guna meminta penjelasan terkait proses pengadaan tersebut, baik mantan pejabat terkait maupun pejabat yang menjabat saat ini. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh jawaban resmi.
Sebagaimana diketahui, Kuasa hukum penyedia, Effendi Harun mengatakan kliennya berencana menarik seluruh barang yang telah terpasang di Rumah Dinas Wakil Gubernur Babel tersebut.
“Rencananya hari ini (Rabu), jika klien siap, seluruh barang akan ditarik,” ujar Effendi, Rabu (4/3/2026) dikutip Aksara Newsroom dari Ayo Bangka.
Menurut Effendi, persoalan ini bukan hanya soal pembayaran, tetapi juga dugaan ketidaksesuaian prosedur sejak awal pengadaan. Ia mempertanyakan mengapa proses tetap berjalan apabila dianggap tidak memenuhi ketentuan administrasi.
“Kalau sejak awal dinilai tidak prosedural, mengapa dibiarkan? Barang sudah dipasang dan digunakan. Jangan sampai ketika muncul persoalan, pihak ketiga dijadikan kambing hitam,” katanya.
Effendi menyebut total nilai mobiler dan perkakas yang telah dipasok kliennya mencapai kurang lebih Rp850 juta.
Barang-barang tersebut meliputi sofa, tempat tidur, pendingin ruangan (AC), lemari es, televisi, gorden hingga berbagai perlengkapan lainnya.
“Kerugian klien kami sekitar Rp850 juta. Ini menjadi preseden buruk dalam tata kelola pemerintahan. Tidak boleh ada praktik pesan, pakai, lalu menolak membayar dengan alasan prosedur,” ujarnya.
Ia mengaku bahwa komunikasi pengadaan bermula sebelum pelantikan Hellyana sebagai Wakil Gubernur Babel. Saat itu, kata dia, kliennya diminta membantu melengkapi fasilitas rumah dinas.
Barang kemudian didatangkan secara bertahap dan telah terpasang sejak sekitar satu tahun lalu. Namun belakangan, lanjut Effendi, diketahui bahwa pengadaan tersebut disebut-sebut tidak tercantum dalam anggaran. (*)





















