AksaraNewsroom.ID – Harapan baru bagi kebangkitan pariwisata Belitung mulai terlihat. Penerbangan internasional perdana maskapai Scoot rute Singapura–Tanjung Pandan yang dijadwalkan mulai 3 Mei 2026 disambut optimisme oleh berbagai pihak, termasuk Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Edi Nasapta.
Bagi masyarakat Belitung, momen ini bukan sekadar pembukaan rute penerbangan, melainkan sinyal kuat bahwa daerah tersebut kembali dilirik sebagai destinasi unggulan.Edi menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Belitung yang dinilai berhasil menghadirkan kembali akses internasional ke daerah itu.
“Ini adalah momentum penting dan patut kita syukuri bersama. Kehadiran penerbangan internasional ini menjadi tanda bahwa Belitung kembali dilirik sebagai destinasi unggulan. Kita berharap ini menjadi awal kebangkitan kembali sektor pariwisata yang selama ini menjadi salah satu tulang punggung ekonomi masyarakat,” ujar Edi.
Ucapan penghargaan juga disampaikan kepada Bupati Belitung, Joni Alamsyah, bersama Wakil Bupati Syamsir dan seluruh jajaran pemerintah daerah yang dinilai telah menunjukkan komitmen nyata dalam mendorong sektor pariwisata.
Di balik optimisme tersebut, Edi mengingatkan bahwa kekuatan ekonomi Belitung tidak hanya bertumpu pada pariwisata.
Sejarah panjang daerah ini menunjukkan ketahanan masyarakat dalam mengelola berbagai sektor, mulai dari pertambangan timah, perkebunan kelapa sawit dan lada, hingga perikanan.
“Belitung memiliki karakter ekonomi yang unik. Pariwisata hadir sebagai sektor baru yang menjanjikan, namun tidak boleh mengesampingkan sektor-sektor lainnya. Semua harus berjalan seimbang dan saling mendukung,” tegasnya.
Lebih jauh, ia menyoroti pentingnya kesiapan menyambut penerbangan internasional tersebut.
Menurutnya, kehadiran maskapai harus diiringi langkah strategis yang terencana dan berkelanjutan, terutama dalam promosi pariwisata dan penguatan sektor pendukung.
“Penerbangan internasional ini harus kita sambut dengan kesiapan yang matang. Promosi pariwisata perlu terus digencarkan secara efektif, termasuk menghidupkan kembali peran pelaku travel dan industri pendukung lainnya. Namun demikian, promosi tidak harus selalu dengan anggaran besar, melainkan dengan strategi yang tepat sasaran dan kolaboratif,” tambahnya.
Edi juga menekankan bahwa pembangunan pariwisata harus berjalan beriringan dengan penguatan sektor lain, seperti pertanian, perikanan, perkebunan, kehutanan, hingga pertambangan.
Sinergi ini dinilai penting untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang kuat dan berkelanjutan.
Dengan kembalinya akses penerbangan internasional, Belitung kini berada di persimpangan peluang.
Jika dikelola dengan tepat, pariwisata tidak hanya menjadi etalase keindahan alam, tetapi juga penggerak utama kesejahteraan masyarakat.
“Harapan kita bersama, pariwisata ke depan benar-benar menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat, namun tetap ditopang oleh sektor-sektor lain yang selama ini telah menjadi fondasi kehidupan masyarakat Belitung,” tutupnya.*****





















