AksaraNewsroom.ID – Polemik kerusakan Dermaga Penyeberangan Sadai kini tidak hanya berkutat pada persoalan infrastruktur yang menyebabkan layanan ferry terhenti. Munculnya dokumentasi yang memperlihatkan aktivitas pengangkutan sawit di kawasan dermaga memunculkan pertanyaan baru mengenai pemanfaatan fasilitas tersebut.
Meski demikian, dugaan keterkaitan aktivitas itu dengan kerusakan dermaga masih perlu ditelusuri lebih lanjut dan menunggu penjelasan resmi dari pihak berwenang.
Di tengah munculnya dugaan tersebut, UPT Pengelolaan Prasarana Teknis Perhubungan (PPTP) Kabupaten Bangka Selatan dan pihak PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Bangka kompak membantah adanya aktivitas tongkang sawit di Dermaga Penyeberangan Sadai.
- Baca Juga: Ditreskrimsus Polda Babel Benarkan Sedang Selidiki Proyek Dermaga Plengsengan Tanjung Gading
Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rina Tarol meminta dugaan penggunaan Dermaga Penyeberangan Sadai untuk aktivitas bongkar muat sawit ditelusuri secara menyeluruh.
Menurut Rina, isu tersebut bukan hal baru. Ia mengaku sudah berulang kali menerima laporan serupa dari masyarakat saat melaksanakan reses di daerah pemilihannya.
“Sudah sering masyarakat menyampaikan hal tersebut, beberapa kali reses hal itu disampaikan masyarakat,” kata Rina, Kamis (25/6/2026) dikonfirmasi Aksara Newsroom.
Karena itu, ia menilai perlu dilakukan penelusuran untuk memastikan kebenaran informasi yang berkembang di tengah masyarakat.
Menurut Rina, persoalan yang perlu dijawab bukan hanya penyebab kerusakan dermaga, tetapi juga apakah seluruh aktivitas yang berlangsung di kawasan pelabuhan selama ini telah sesuai dengan fungsi dan peruntukannya.
“Harusnya perusahaan punya tersus dan pelabuhan khusus. Mereka tidak boleh menggunakan fasilitas masyarakat yang akhirnya berakibat fatal seperti sekarang. Masyarakat sangat dirugikan,” ujarnya.
Rina menegaskan masyarakat menjadi pihak yang paling terdampak akibat lumpuhnya layanan penyeberangan. Karena itu, seluruh aktivitas di kawasan pelabuhan perlu dievaluasi secara menyeluruh dan transparan.
Ia juga mendesak dilakukan audit teknis independen guna mengungkap penyebab pasti kerusakan Dermaga Penyeberangan Sadai.
Menurut dia, audit tersebut penting untuk memastikan apakah kerusakan murni disebabkan faktor usia konstruksi seperti yang disampaikan sejumlah pihak atau terdapat faktor lain yang ikut berkontribusi.
“Jika memang benar terbukti dugaan itu, penggunaan tongkang di pelabuhan penyeberangan khusus kapal ferry rentan dan bisa menyebabkan kerusakan movable bridge. Apalagi jika terjadi benturan atau gesekan berulang dalam jangka waktu lama, sementara kondisi MB memang sudah tua,” katanya.
- Baca Juga: Kondisi Dermaga Tanjung Gading Pongok Memprihatinkan, Padahal Terbilang Baru Dibangun Belasan Miliar
Sebelumnya, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Prasarana Teknis Perhubungan (PPTP) Kabupaten Bangka Selatan, Giovani, membantah adanya aktivitas tongkang sawit di Pelabuhan Sadai.
“Tidak ada aktivitas tongkang sawit pak kalau di Pelabuhan Sadai,” kata Giovani.
Ia menegaskan kerusakan dermaga terjadi akibat faktor usia konstruksi.
“Faktor usia pak, dikarenakan konstruksi MB tersebut sudah cukup tua,” ujarnya.
Pernyataan senada juga disampaikan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bangka. Supervisor Pelabuhan Penyeberangan Sadai, Dedy Triwijaya, menyebut tongkang sawit tidak menggunakan dermaga penyeberangan yang kini mengalami kerusakan.
“Dermaga yang rusak sekarang ini dermaga pelabuhan penyeberangan Sadai. Penyebabnya karena faktor usia konstruksinya,” kata Dedy.
Menurut dia, tongkang sawit bersandar di dermaga umum milik Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Sadai yang berada di sebelah dermaga penyeberangan.
“Tongkang sawit sandar di dermaga umum UPP Sadai yang di sebelahnya,” ujarnya.
Namun, dokumentasi yang diperoleh Aksara Newsroom memperlihatkan aktivitas pengangkutan sawit melalui jalur laut di kawasan yang diidentifikasi sebagai Dermaga Penyeberangan Sadai. Saat dikonfirmasi dengan menunjukkan foto tersebut, Dedy tidak membantah lokasi dalam dokumentasi tersebut.
“Kalau di foto ini di Dermaga Pelabuhan Penyeberangan Sadai,” katanya.
Meski demikian, di sisi lainnya, hingga kini belum ada penjelasan resmi dari instansi terkait mengenai dasar penggunaan fasilitas tersebut maupun ada tidaknya keterkaitan aktivitas pengangkutan sawit dengan kerusakan dermaga yang kini menghentikan layanan penyeberangan.
Aksara Newsroom masih berupaya memperoleh konfirmasi lebih lanjut dari Dinas Perhubungan Kabupaten Bangka Selatan selaku pengelola pelabuhan.
Penulis Hendri J. Kusuma/D2K
















