AksaraNewsroom.ID – Upaya mendorong lahirnya pengusaha muda di Kota Pangkalpinang mulai diarahkan lebih sistematis. BPC HIPMI Pangkalpinang menggandeng HIPMI Perguruan Tinggi (HIPMI PT) untuk mengembangkan produk usaha sekaligus membangun ekosistem inkubator bisnis bagi mahasiswa.
Salah satu yang kini tengah didorong adalah pengembangan produk Tegukin, yang menjadi media belajar langsung bagi mahasiswa dalam merintis usaha dari tahap paling dasar.
Ketua HIPMI Pangkalpinang, Dio Febrian, mengatakan bahwa pembinaan wirausaha tidak cukup hanya melalui teori, melainkan harus dibarengi praktik nyata di lapangan.
“Kami mendorong lahirnya pengusaha-pengusaha pemula. HIPMI PT ini menjadi wadah strategis, terutama untuk membentuk mental mereka agar berani memulai usaha,” ujarnya, Senin (15/6/2026).
Menurutnya, banyak anak muda memiliki ide, namun kerap terhambat pada langkah awal. Karena itu, HIPMI hadir untuk menjembatani proses tersebut, mulai dari pembentukan mindset hingga pendampingan bisnis.

“Bagaimana mereka merintis dari nol, dari UMKM kecil, lalu naik kelas menjadi usaha menengah ke atas. Itu yang ingin kita bangun,” kata Dio.
Lebih lanjut, Dio berujar bahwa kolaborasi dengan HIPMI PT tidak hanya berhenti pada pengembangan produk, tetapi juga diarahkan menjadi bagian dari inkubator UMKM di Pangkalpinang, tepatnya di Gerai atau Cafe Sini Luk.
Menurutnya, model ini diharapkan mampu menciptakan kesinambungan antara dunia akademik dan dunia usaha.
Dalam skema tersebut, mahasiswa didorong untuk menciptakan produk, memahami pasar serta membangun jejaring bisnis sejak dini. Produk Tegukin menjadi salah satu contoh awal dari implementasi program tersebut.
Dio menilai, pendekatan ini penting untuk menjawab tantangan ekonomi saat ini, di mana peluang kerja semakin kompetitif dan kewirausahaan menjadi alternatif yang realistis bagi generasi muda.
“Kami ingin HIPMI PT ini tidak hanya jadi organisasi, tapi benar-benar menjadi ruang lahirnya pelaku usaha baru,” katanya.
Dengan langkah ini, HIPMI Pangkalpinang menargetkan terbentuknya lebih banyak UMKM baru yang tumbuh secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat struktur ekonomi lokal berbasis kewirausahaan muda. (hjk/dd)
















