AksaraNewsroom.ID – Di balik renyahnya getas ikan khas Bangka yang dinikmati pelanggan di berbagai daerah, ada peran layanan logistik yang membantu produk UMKM menembus pasar lebih luas sekaligus memastikan setiap kiriman tiba di tangan konsumen dengan aman, tepat waktu dan tetap berkualitas.
Bagi Andreas Maulana, pelaku UMKM asal Desa Kurau, Kabupaten Bangka Tengah itu, kolaborasi dengan JNE telah menjadi bagian penting dalam perjalanan usahanya selama lebih dari satu dekade.
Sejak mengambil alih dan mengembangkan usaha toko oleh-oleh milik keluarga pada 2014, Andreas terus mengandalkan JNE untuk mendistribusikan berbagai produk khas Bangka ke luar daerah.
Produk unggulannya berupa getas ikan alias keretek kampung dan aneka olahan hasil laut yang dibuat dari ikan kepetek serta ikan ciu hasil tangkapan nelayan bagan di Desa Kurau.

Menurut Andreas, layanan pengiriman yang andal menjadi salah satu faktor yang membuat usahanya terus berkembang. Terlebih saat permintaan meningkat tajam menjelang Hari Raya Idulfitri, ketika pesanan datang dari berbagai kota di Indonesia.
“Sejak usaha berdiri pada 2014 kami sudah bermitra dengan JNE. Sekarang semakin mudah karena kurir datang langsung menjemput barang ke tempat usaha. Proses pengiriman juga lebih cepat sehingga pelanggan merasa puas,” katanya.
Ia juga memanfaatkan beragam layanan JNE, seperti OKE dan JTR, yang memberikan pilihan ongkos kirim lebih terjangkau sesuai kebutuhan pelanggan. Baginya, yang terpenting adalah produk sampai ke tangan konsumen dengan aman dan kualitas tetap terjaga.
Jangkauan pemasaran produk khas Kurau kini semakin luas. Salah satu pengiriman terjauh bahkan mencapai Kota Palu, Sulawesi Tengah. Andreas mengaku bersyukur seluruh produk yang dikirim dapat diterima pelanggan dengan baik.
Namun, menjalankan usaha berbasis hasil laut bukan tanpa tantangan. Ia menuturkan ketersediaan bahan baku yang bergantung pada musim kerap menjadi kendala.
Untuk menjaga produksi tetap berjalan, Andreas menyiasatinya dengan menyimpan stok ikan dalam kondisi beku dan mencari pasokan dari nelayan di daerah lain ketika hasil tangkapan di Kurau menurun.
Ke depan, ia berharap potensi Desa Kurau tidak hanya dikenal melalui kuliner olahan hasil laut, tetapi juga sektor pariwisata. Kawasan mangrove dan kekayaan alam yang dimiliki desa tersebut dinilai memiliki peluang besar untuk menarik lebih banyak wisatawan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat. (hjk/dd)
















