AksaraNewsroom.ID – Komitmen PT TIMAH (Persero) Tbk dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia terus diwujudkan melalui program magang bagi mahasiswa dan pelajar dari berbagai daerah di Indonesia.
Program ini menjadi sarana bagi peserta untuk memperoleh pengalaman kerja sekaligus mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari selama menempuh pendidikan. PT TIMAH secara rutin menerima mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi serta pelajar SMK untuk melaksanakan praktik kerja lapangan di sejumlah unit operasional perusahaan.
Hingga kini, ratusan mahasiswa telah menyelesaikan program magang di lingkungan PT TIMAH. Mereka mendapatkan pengalaman langsung mengenai proses bisnis perusahaan hingga operasional industri pertambangan dan pengolahan timah.
Saat ini, enam mahasiswa Institut Teknologi Del, Sumatera Utara, tengah menjalani program magang di Divisi Processing and Refinery PT TIMAH sejak Juni hingga Agustus 2026. Selama tiga bulan, mereka mempelajari secara langsung proses pengolahan dan peleburan timah.
Salah seorang peserta magang, Grev William, mahasiswa semester VI Institut Teknologi Del, mengaku memperoleh banyak pengalaman berharga selama mengikuti program tersebut. Menurutnya, suasana kerja yang terbuka dan komunikatif membuat proses belajar menjadi lebih mudah.
“Semua karyawan di sini sangat ramah. Ketika kami berdiskusi atau bertanya, mereka selalu memberikan penjelasan dengan baik sehingga kami lebih mudah memahami proses yang sedang dipelajari,” ujarnya.
Grev mengatakan, kesempatan magang di PT TIMAH memberinya pengalaman melihat secara langsung proses pengolahan dan peleburan timah yang sebelumnya hanya dipelajari melalui teori di bangku kuliah.
“Karena tertarik pada bidang pengolahan dan peleburan, kami bisa belajar langsung di pusat proses peleburan. Pengalaman yang kami peroleh sangat berharga,” katanya.
Hal senada disampaikan Debora Arldini Manik yang menjalani magang di area tanur. Ia mengaku lebih mudah memahami materi perkuliahan setelah melihat langsung proses produksi di lapangan.
“Ada beberapa teori yang sebelumnya sulit kami pahami. Namun setelah melihat langsung prosesnya, kami menjadi lebih mengerti. Walaupun baru sekitar dua minggu di sini, kami sudah mendapatkan banyak pembelajaran,” ungkapnya.
Debora juga mengapresiasi fasilitas dan pendampingan yang diberikan PT TIMAH selama menjalani program magang.
“Kami bertemu dengan banyak orang yang ramah dan mudah diajak berdiskusi. Selain memperoleh ilmu, perusahaan juga menyediakan tempat tinggal dan fasilitas makan sehingga kami bisa fokus mengikuti kegiatan magang,” tuturnya.
Sementara itu, Zeinswyna Ineme Pohon mengaku tertarik mengikuti program magang di PT TIMAH karena ingin mempelajari secara langsung proses pengolahan bijih timah hingga menjadi logam timah (Sn).
“Sebelum datang kami sudah mempelajari teori mengenai proses produksi. Namun melihat langsung tahapan pengolahan di lapangan memberikan pengalaman yang jauh lebih menarik dan menambah pemahaman kami,” katanya.
Peserta magang lainnya, Zeni Caroline Sinaga, mengaku sempat membayangkan suasana magang di perusahaan BUMN akan terasa kaku dan formal. Terlebih, Institut Teknologi Del baru pertama kali mengirimkan mahasiswanya untuk mengikuti program magang di PT TIMAH.
Namun, pengalaman yang dirasakannya justru jauh berbeda.
“Setelah menjalani magang di PT TIMAH, ternyata suasananya sangat nyaman. Para karyawan sangat ramah dan peduli terhadap peserta magang. Komunikasi juga terjalin dengan baik, bahkan rekan-rekan di lapangan selalu menjelaskan setiap proses hingga kami benar-benar memahaminya. Sejauh ini pengalaman magang yang kami rasakan sangat positif,” ujarnya.***


















