AksaraNewsroom.ID – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangka Tengah terus mengintensifkan edukasi kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan. Salah satu fokus utama yang ditekankan ialah menghentikan kebiasaan membuang sampah sembarangan yang masih kerap ditemukan di fasilitas umum maupun di sepanjang ruas jalan.
Kepala Bidang Persampahan DLH Kabupaten Bangka Tengah, Bram Wijaya, mewakili Kepala DLH Ari Yanuar Prihatin, mengungkapkan volume timbunan sampah di Bangka Tengah saat ini tergolong tinggi. Karena itu, pengelolaan sampah tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, tetapi memerlukan keterlibatan aktif masyarakat.
Berdasarkan data DLH, Kabupaten Bangka Tengah yang berpenduduk 217.173 jiwa menghasilkan sekitar 117,27 ton sampah setiap hari, atau mencapai 42.804,80 ton dalam setahun.
Sementara itu, kawasan Kota Koba sebagai ibu kota kabupaten dengan jumlah penduduk sebanyak 41.178 jiwa menyumbang sekitar 22,24 ton sampah per hari, atau setara 8.116,18 ton per tahun.
“Produksi sampah di Bangka Tengah cukup besar. Oleh karena itu kami mengajak masyarakat untuk membiasakan membuang sampah pada tempatnya dan tidak lagi menjadikan pinggir jalan maupun fasilitas umum sebagai lokasi pembuangan sampah,” ujar Bram Wijaya, Jumat (10/7/2026).
Selain mengubah perilaku masyarakat, DLH juga mendorong pengelolaan sampah dimulai dari tingkat rumah tangga. Bram menjelaskan, pemilahan sampah organik dan anorganik menjadi langkah sederhana yang mampu mengurangi beban sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
Menurutnya, sampah organik masih memiliki nilai guna karena dapat diolah menjadi kompos maupun dimanfaatkan sebagai pakan ternak, sehingga volumenya tidak seluruhnya berakhir di TPA.
Terkait rencana pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), Bram mengatakan pihaknya masih menunggu perkembangan informasi dari Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Bangka Belitung sebelum menyampaikan tahapan lanjutan kepada masyarakat.
“Untuk perkembangan pembangunan TPST, kami akan berkoordinasi dan melakukan konfirmasi terlebih dahulu kepada BPPW Bangka Belitung agar informasi yang disampaikan benar-benar sesuai dengan progres yang ada,” katanya.
DLH juga mengajak pemerintah desa, sekolah, serta berbagai elemen masyarakat untuk membentuk dan mengembangkan bank sampah sebagai upaya membangun budaya pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Menurut Bram, keberadaan bank sampah tidak hanya membantu mengurangi timbunan sampah, tetapi juga memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat melalui pemanfaatan sampah yang masih memiliki nilai jual.
“Harapan kami, pengelolaan sampah dimulai dari sumbernya. Jika bank sampah semakin berkembang, volume sampah yang dibuang ke TPA akan berkurang dan lingkungan di Bangka Tengah akan menjadi lebih bersih, sehat, serta memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat,” tutupnya.



















