AksaraNewsroom.ID – Akses layanan kesehatan bagi masyarakat miskin dan rentan miskin di Kabupaten Bangka Selatan kembali diperkuat melalui kolaborasi pemerintah daerah dan dunia usaha.
Memasuki tahap III, Bank Sumsel Babel (BSB) Cabang Toboali turut mengambil bagian dengan membiayai kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi 600 warga di tiga kelurahan.
Masing-masing penerima berasal dari Kelurahan Teladan sebanyak 200 jiwa, Kelurahan Toboali 200 jiwa, dan Kelurahan Tanjung Ketapang 200 jiwa.
Dukungan tersebut bernilai Rp126 juta untuk masa perlindungan selama enam bulan.
Komitmen itu dituangkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Bank Sumsel Babel, dan BPJS Kesehatan di Kantor Bupati Bangka Selatan, Jumat (14/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Bangka Selatan Hj. Debby Vita Dewi, S.E., M.M., bersama jajaran pemerintah daerah dan BPJS Kesehatan. Hadir pula Pimpinan Bank Sumsel Babel Cabang Toboali Hezron Lubis beserta jajaran.
Wakil Bupati Debby menyambut baik keberlanjutan program tersebut. Ia secara khusus mengapresiasi langkah cepat BSB Cabang Toboali dalam memberikan dukungan kepada masyarakat.
“Hari ini Bank Sumsel Babel memberikan atau meng-cover dengan jumlah 600 jiwa. Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih banyak dan apresiasi yang luar biasa kepada Bank Sumsel Toboali, terkhusus kepada pimpinan yang baru. Baru sepuluh hari, Alhamdulillah sudah memberikan bantuan JKN kepada 600 masyarakat kami,” ujarnya.
Menurut Debby, dukungan dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR menjadi bagian penting dalam memperluas perlindungan kesehatan masyarakat, khususnya ketika kemampuan fiskal daerah menghadapi berbagai keterbatasan.
“Dengan adanya dukungan perusahaan, pemerintah daerah dapat memperluas cakupan perlindungan kesehatan masyarakat sekaligus memastikan kelompok masyarakat miskin dan rentan miskin tetap memperoleh akses terhadap layanan kesehatan,” imbuhnya.
Total 6.228 Warga Tercover
Tahap III ini menambah panjang kontribusi dunia usaha dalam mendukung pembiayaan JKN di Bangka Selatan.
Jika diakumulasikan, dukungan CSR yang telah diberikan mencapai 6.228 jiwa dengan total anggaran Rp1,307 miliar.
Rinciannya, pada tahap I sebanyak 3.764 jiwa mendapat dukungan dengan nilai Rp790,44 juta. Kemudian tahap II mencakup 1.864 jiwa dengan nilai Rp391,44 juta.
Sementara tahap III menambah 600 jiwa dengan nilai kontribusi Rp126 juta.
Dengan demikian, kolaborasi tersebut tidak hanya menjadi bentuk kepedulian dunia usaha, tetapi juga memperkuat upaya pemerintah daerah memastikan masyarakat kurang mampu tetap memiliki akses terhadap layanan kesehatan.
Debby menegaskan, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan akan terus membuka ruang kolaborasi dengan perusahaan dan badan usaha yang beroperasi di wilayah tersebut.
Kerja sama antara pemerintah, dunia usaha, dan BPJS Kesehatan diharapkan tidak berhenti pada pembiayaan kepesertaan JKN. Lebih jauh, sinergi tersebut menjadi fondasi untuk memperluas manfaat pembangunan dan menghadirkan perlindungan sosial yang dirasakan langsung masyarakat.
Bagi pemerintah daerah, semakin luas keterlibatan dunia usaha dalam program sosial diharapkan semakin besar pula manfaat yang dapat dirasakan masyarakat Bangka Selatan.***


















