BANGKA, AksaraNewsroom.ID – Kejaksaan Agung (Kejagung) melakukan penggeledahan terhadap perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam tata niaga komoditas timah wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah Tbk tahun 2015 s/d 2022.
Tim Penyidik Kejagung sebelumnya melakukan penggeledahan di beberapa lokasi di wilayah Kabupaten Bangka Tengah.
Namun dalam penggeledahan itu, Toni Tamsil (TT) alias Akhi adik kandung dari Thamron Tamsil alias Aon, merintangi secara langsung atau tidak langsung terkait penyidikan.
“Tim Penyidik juga telah menetapkan satu orang tersangka berinisial TT,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung RI, Selasa (30/1/2024).
Ketut mengatakan, TT disangka karena dengan sengaja menghalangi atau merintangi secara langsung atau tidak langsung terkait penyidikan atau Obstruction of Justice perkara dugaan tindak pidana korupsi tata niaga komoditas timah di wilayah IUP PT Timah Tbk tersebut.
Kini, TT dilakukan penahanan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tua Tunu Pangkalpinang sampai dengan 20 hari ke depan.
“TT berupaya menghalangi dengan menutup dan menggembok pintu objek yang akan digeledah, menyembunyikan beberapa dokumen yang dibutuhkan, dengan sengaja tidak memberikan keterangan atau memberi keterangan yang tidak benar sebagai saksi, serta diduga kuat menghilangkan barang bukti elektronik,” ujar Ketut.
Tim menyidik juga meminta keterangan dari 20 saksi, penggeledahan, penyitaan hingga penahanan terhadap satu orang tersangka. Saksi-saksi yang diminta keterangannya yaitu beberapa direktur perusahaan pertambangan dan penanggung jawab operasi di lokasi tambang.
“Dari penggeledahan tersebut Tim Penyidik melakukan penyegelan terhadap 2 brankas, laci meja dan 1 ruang gudang yang diduga kuat berkaitan dengan tindak pidana korupsi yang sedang ditangani,” ujarnya.
Tim Penyidik juga menyita 1 unit mobil Porsche, 1 unit mobil Suzuki Swift dan uang tunai sebesar Rp1.074.346.700. Sedangkan di lokasi rumah AN, berhasil menemukan uang tunai sebesar Rp6.070.850.000 dan SGD 32.000 serta beberapa mata uang asing lainnya yang dibungkus dalam kardus rokok di ruang gudang.
“Selanjutnya seluruh barang bukti uang tunai tersebut dititipkan oleh Tim Penyidik ke Bank BRI Cabang Pangkal Pinang,” ujarnya.
Terdapat 55 alat berat yang sengaja disembunyikan di dalam bengkel dan di kawasan hutan yang ditutupi pohon sawit di belakangnya. Alat berat tersebut terdiri dari 53 unit excavator dan 2 unit bulldozer.
Tim Penyidik mendapatkan perlawanan berupa penebaran ranjau paku dan ancaman pembakaran alat berat dari oknum-oknum yang diduga terafiliasi dari pihak-pihak terkait.
“Terkait dengan upaya pihak-pihak yang berpotensi menghambat penyidikan, maka kami mengimbau untuk patuh terhadap ketentuan yang berlaku. Kami pastikan tindakan hukum yang kami lakukan didasarkan pada ketentuan hukum yang berlaku, objektif, profesional, dan terukur sehingga tidak sepantasnya jika ditanggapi secara melawan hukum,” kata Ketut. (hjk/*)





















