PANGKALPINANG, AksaraNewsroom.ID -Rencana aksi yang mengatasnamakan “Masyarakat Dukung Tambang” pada Senin (8/9/2025) di DPRD dan Kantor Gubernur Bangka Belitung, menuai tanda tanya oleh masyarakat setempat di Desa Beriga.
Aksi itu disebut hanya upaya membelokkan aspirasi rakyat Desa Beriga yang sejak lama atau awal konsisten menolak rencana penambangan laut di wilayah mereka.
Jorgi, pemuda Desa Beriga, Kabupaten Bangka Tengah ini menegaskan aksi tersebut sama sekali tidak mencerminkan sikap warga. Ditegaskannya, suara mayoritas masyarakat sudah jelas menolak tambang laut karena mengancam ruang hidup nelayan dan keberlanjutan ekosistem laut.
“Itu bukan suara masyarakat Beriga. Mayoritas kami menolak. Kalau ada yang mengatasnamakan masyarakat mendukung, itu hanya propaganda. Jangan belokkan aspirasi rakyat dengan klaim yang tidak benar,” ujar Jorgi, Jumat (5/9/2025) seraya menyerukan masyarakat tidak terprovokasi
Menurutnya, kejanggalan terlihat dari isi surat pemberitahuan aksi. Alih-alih membela kepentingan penambang rakyat, tuntutan yang diajukan justru berpihak pada kepentingan korporasi besar dan izin perusahaan tambang.
“Jelas sekali arahnya dan kepentingannya, bukan nelayan. Padahal nelayan lah yang akan paling menderita jika tambang laut dipaksakan. Jadi jangan seolah-olah ini untuk rakyat,” kata Jorgi.
Ia mengingatkan bahwa masyarakat Beriga bersama nelayan Bangka Tengah dan Bangka Selatan sebelumnya sudah turun aksi ke Kantor Gubernur untuk menyatakan penolakan.

Lanjut Jorgi, penolakan itu bahkan didukung penuh oleh pemerintah daerah baik tingkat kabupaten maupun provinsi.
Jorgi menilai narasi “pro tambang” sengaja dihembuskan untuk menciptakan kesan seolah tambang mendapat legitimasi sosial. Padahal di lapangan, masyarakat justru solid menolak.
“Ini jelas upaya menggiring opini. Kami minta publik jangan terkecoh. Suara rakyat asli sudah jelas: menolak tambang laut di Beriga,” pungkasnya. (hjk/dd)





















