PANGKALPINANG, www.aksaranewsroom.id – Selain dikenal sebagai daerah dengan kekayaan sumber daya alamnya yakni timah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung juga ternyata sangat kaya akan budaya dan tradisinya yang saat ini terus terjaga secara turun temurun.
Memang tak dapat dipungkiri atau pula dipisahkan, timah bagi masyarakat Bangka bukan saja menjadi komoditas yang mendorong pertumbuhan ekonomi, akan tetapi timah sudah menjadi bagian yang membentuk peradaban Bangka. Singkat kilas kaitan keduanya.
Pelestarian tradisi hingga budaya yang masih terjaga ini tak lepas dari dukungan dan komitmen dari berbagai pihak. Seperti halnya upaya yang dilakukan PT Timah Tbk dalam mendorong pelestarian sejarah, tradisi dan budaya yang ada di Bangka Belitung.
Salah satu peran dari sekian yang diulas, misalnya upaya untuk menjaga dan melestarikan kebudayaan Orang Lum, PT Timah Tbk membangun infrastruktur yakni dengan membangun Kampung Adat Gebong Memarong yang menampilkan rumah khas Orang Lum. Ada tujuh unit yang dibangun Emiten Berkode TINS ini.
Di tahun lalu, PT Timah Tbk juga menyerahkan bantuan berupa alat Tenun untuk Lembaga Adat Mapur hingga memboyong Lembaga Adat Desa Mapur study banding ke Badui serta pelestarian tradisi dan budaya di daerah lainnya.
Peranan PT Timah Tbk dalam mendukung masyarakat agar tetap mampu mempertahankan nilai-nilai luhurnya mendapat tanggapan yang positif dari Budayawan dan Sejarawan Penerima Anugrah Kebudayaan Indonesia, Dato Akhmad Elvian DPMP, ECH.
“Khusus di bidang budaya peran PT Timah sangat besar dalam mendorong pelestarian sejarah dan budaya. Beberapa museum timah didirikan sebagai pusat memori kolektif peradaban hingga kegiatan perlindungan budaya dilakukan melalui revitalisasi kampung adat Gebong Memarong,” ujarnya kepada Aksara Newsroom, Kamis (11/5).
Baca juga: Menilik Komitmen Perbaikan dan Pemanfaatan Lahan Bekas Tambang di Wilayah Operasional PT Timah Tbk
Budayawan asal Bangka Belitung ini menyatakan salah satu peran PT Timah Tbk yang terpenting adalah pada saat perjuangan pengajuan Pahlawan Nasional Depati Amir pada tahun 2018. Hal itu melalui dua kali kegiatan seminar nasional yang didanai oleh PT Timah Tbk.
“Lahirlah kajian ilmiah dan biografi Pahlawan Depati Amir yang menjadi dasar bagi pemerintah untuk menetapkan Depati Amir sebagai Pahlawan Nasional dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada tahun 2018,” ungkap dia.
Dirinya pun tak menampik, pengembangan dan pemanfaatan budaya dan kearifan lokal terus dilakukan melalui dukungan pada kegiatan-kegiatan budaya oleh Emiten Berkode TINS ini.
“Berbagai aspek kegiatan pendidikan, ekonomi, sosial dan budaya tetap menjadi perhatian PT Timah melalui berbagai program kegiatannya, terutama melalui CSR, khususnya di bidang budaya,” ungkapnya.
Baca juga: Kerito Surong, Moda Transportasi Tertua di Pulau Bangka, Termasuk Sarana Angkut Timah
Baca juga: Dukung Pelestarian Tradisi Ruah Tempilang, PT Timah Serahkan Bantuan ke Panitia Ruah
Menurut Akhmad Elvian, PT Timah Tbk sudah menjadi lembaga yang progresif untuk penggalian, perlindungan dan pemanfaatan kebudayaan lokal. Sehingga diharapkan dapat menjadi identitas budaya dan jatidiri masyarakat Kepulauan Bangka Belitung.
“Komitmen PT Timah dalam konteks Pelestarian Sejarah dan budaya harus terus ditingkatkan dan dikembangkan sehingga masyarakat merasakan peran dan keberadaan PT Timah sebagai bagian dari komponen masyarakat,” kata dia.
Timah dan Peradaban Bangka
Kota-kota yang ada di pulau Bangka awalnya adalah pangkal pangkal yang didirikan untuk mengeksplorasi timah yang lambat laun berkembang menjadi pusat kebudayaan dan peradaban di pulau Bangka.
Pada awalnya keberadaan BTW dan dinasionalisasi-kan menjadi PN Timah, lebih lanjut dijelaskan, yang kemudian saat ini berkembang menjadi PT Timah menjadi pendorong utama pembangunan di Pulau Bangka.
“PN Timah membangun berbagai fasilitas pendidikan, kesehatan dan sarana transportasi hingga pengadaan listrik bagi masyarakat,” ujar Akmad Elvian.
Menurutnya, PT Timah sebagai kelanjutan historisitas dari BTW dan PN Timah pun saat ini masih menjadi perusahaan yang tetap memperhatikan dan mengutamakan kesejahteraan masyarakat Bangka.
Baca juga: Partisipasi PT Timah Tbk Lestarikan Adat Tujuh Likur di Desa Mancung, Peringati Malam Lailatul Qodar
Penulis : Hendri J. Kusuma/dd





















