PANGKALPINANG, AksaraNewsroom.ID – Kontroversi politik yang terkesan “melawan arus” menyeruak di Bangka Belitung. Yogi Maulana, Anggota DPRD Babel dari Fraksi Gerindra, yang diduga terang-terangan menyerukan masyarakat meramaikan aksi di kantor PT Timah Tbk.
Seruan itu lantas memantik tanda tanya besar karena justru berseberangan dengan arahan Presiden RI sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.
Bahkan baru-baru ini, Presiden Prabowo mendorong penataan tata kelola timah untuk menutup celah kebocoran negara dan memperbaiki sistem distribusi.
Menariknya, unggahan Yogi di Facebook yang sempat ramai diperbincangkan mendadak dihapus. Meski demikian, jejak digital dan salinan postingan telah beredar luas di kalangan masyarakat.
Dalam unggahan Facebook yang kini sudah hilang, Yogi meluapkan kritik pedas. Ia menuding PT Timah membeli hasil tambang dengan harga “ngerampok”, mematikan smelter swasta, hingga melakukan monopoli yang menyengsarakan penambang.
“Pertambangan masih menjadi jantung perekonomian Bangka Belitung. Kalau tambang diobrak-abrik, PT Timah dibayar dengan harga ngerampok, bagaimana ekonomi Babel tidak lumpuh, bagaimana rakyat tidak menjerit,” tulis Yogi dalam unggahannya.
Ia bahkan tampak menuding PT Timah bersandiwara dengan klaim seolah seluruh timah Babel berasal dari IUP mereka.
“Padahal maling teriak maling dengan mengandalkan tangan besi,” tulisnya lagi.
Tak berhenti di situ, Yogi turut menyebarkan surat undangan aksi yang ditandatangani Ketua Koordinator Aksi. Surat itu berisi ajakan kepada DPRD Babel untuk hadir mendengarkan langsung aspirasi rakyat dalam aksi pada Senin, 6 Oktober 2025 di halaman kantor PT Timah Pangkalpinang.
Surat tersebut terkesan menekankan pentingnya kehadiran wakil rakyat sebagai bentuk tanggung jawab moral dan politik terhadap keresahan masyarakat atas tata niaga timah.
Di sisi lainnya, sikap ini dikhawatirkan menimbulkan gesekan internal sekaligus memicu instabilitas di lapangan. Publik kini menunggu sikap resmi DPD Gerindra Babel maupun Dewan Pimpinan Pusat Gerindra atas langkah kadernya yang dianggap “melawan arus” kebijakan partai.
Yogi Maulana Membantah
Dikonfirmasi Aksara Newsroom, Yogi Maulana merespons terkait postingannya di media sosial yang sempat ramai disebut sebagai seruan aksi demo ke kantor PT Timah.
Dalam klarifikasinya, Yogi menegaskan mengklaim dirinya tidak pernah menyerukan aksi demo, melainkan mengajak masyarakat penambang untuk bersatu menyuarakan keresahan.
“Pertama, saya tidak menyerukan untuk demo. Saya hanya menyerukan agar masyarakat bersatu, karena kami sedih melihat kondisi di lapangan. Sampai ada yang nekad menukar beras dengan timah karena tidak laku, dan dapur mereka sudah kosong untuk makan,” jelas Yogi, Rabu (1/10/2025).
Yogi mengaku telah menyampaikan keluhan masyarakat tersebut kepada Ketua DPRD Babel. Ia juga menilai aspirasi penambang kini sudah mulai ditindaklanjuti.
“Alhamdulillah, Forkopimda dan PT Timah sudah memberikan jalan yang baik dan angin segar, yaitu harga timah naik. Saya juga sudah sampaikan kembali kepada media maupun masyarakat, aspirasi kalian sudah ditindaklanjuti pemerintah dan PT Timah,” ujarnya.
Dengan adanya perkembangan ini, Yogi menegaskan bahwa rencana aksi pada 6 Oktober 2025 tidak perlu lagi digelar.
Jadi kami sampaikan, untuk tanggal 6 jangan ada lagi demo, karena aspirasi masyarakat sudah direspons,” kata dia.
Penulis: Hendri J. Kusuma





















