AksaraNewsroom.ID — Tim SAR Gabungan menggelar operasi pencarian terhadap empat remaja yang dilaporkan tersesat di kawasan Bukit Maras, Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka, Minggu (28/6/2026). Tim penyelamat telah tiba di lokasi dan langsung bersiap melakukan penyisiran pada malam hari.
Keempat remaja yang dilaporkan tersesat masing-masing bernama Puma (17), Nabil (16), Keanu (17), dan Aufa (16).
Berdasarkan informasi yang dihimpun Aksara Newsroom, peristiwa bermula sekitar pukul 10.00 WIB saat keempatnya mendaki menuju Air Terjun Maruyan. Dalam perjalanan, mereka mengalami disorientasi medan hingga kehilangan arah.
Menjelang sore, para remaja tersebut berupaya mencari jalan keluar dengan mengikuti aliran sungai di sekitar lokasi. Namun, kondisi fisik yang semakin kelelahan membuat mereka tidak berhasil menemukan jalur kembali.
Salah seorang korban, Puma, kemudian menghubungi Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Pangkalpinang untuk meminta bantuan evakuasi
“Seluruh personel telah melaksanakan koordinasi dan briefing taktis. Berdasarkan informasi yang diterima, korban sempat mengikuti aliran sungai, sehingga penyisiran akan diprioritaskan di sepanjang jalur vegetasi sungai tersebut,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, Minggu malam.
“Target utama kami adalah secepatnya menemukan keempat korban dan memastikan mereka memperoleh penanganan medis awal karena dilaporkan sudah dalam kondisi sangat kelelahan,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika.
- Baca Juga: Diantaranya Alami Hipotermia di Bukit Pading Bateng, 35 Pendaki Berakhir Dievakuasi Tim SAR
Merespons laporan tersebut, Tim SAR diberangkatkan pada pukul 20.56 WIB menuju lokasi yang berjarak sekitar 72 kilometer. Setibanya di Posko SAR Gabungan di kaki Bukit Maras menjelang tengah malam, seluruh unsur langsung menggelar briefing guna menyusun strategi pencarian.
Mikel mengatakan operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, terdiri dari empat personel Rescuer Kansar Pangkalpinang, Babinsa, Bhabinkamtibmas, BKSDA, BPBD Kabupaten Bangka, Saka SAR, serta Tim Pengelola Bukit Maras.
Ia menjelaskan, cuaca di lokasi pencarian terpantau berawan dengan kecepatan angin sekitar lima knot ke arah timur. Tantangan utama yang dihadapi tim adalah terbatasnya jarak pandang akibat operasi dilakukan pada malam hari.
“Target utama kami adalah secepatnya menemukan keempat korban dan memastikan mereka memperoleh penanganan medis awal karena dilaporkan sudah dalam kondisi sangat kelelahan,” kata Mikel.
Untuk mendukung pencarian, Tim SAR mengerahkan sejumlah peralatan, di antaranya drone thermal untuk mendeteksi panas tubuh korban dari udara, layanan internet satelit Starlink, perangkat komunikasi, perlengkapan mountaineering serta logistik medis darurat.***
















