https://aksaranewsroom.id/kontak/ https://aksaranewsroom.id/kontak/ https://aksaranewsroom.id/kontak/
  • Aksara Newsroom | Bertutur Dengan Data
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Newsroom
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 23, 2026
  • Login
Aksara Newsroom
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Aksara Newsroom
No Result
View All Result
https://aksaranewsroom.id/2023/10/21/pahami-propaganda-buzzer-di-tahun-politik-berikut-pola-kerja-dan-pengaruh-negatifnya/ https://aksaranewsroom.id/2023/10/21/pahami-propaganda-buzzer-di-tahun-politik-berikut-pola-kerja-dan-pengaruh-negatifnya/ https://aksaranewsroom.id/2023/10/21/pahami-propaganda-buzzer-di-tahun-politik-berikut-pola-kerja-dan-pengaruh-negatifnya/
ADVERTISEMENT

Pihak RS Siloam Bangka Bungkam Soal Temuan BPJS Kesehatan, Wakil DPRD Babel Dukung Dilakukan Investigasi

Redaksi Aksara by Redaksi Aksara
19 Februari 2025
0 0
A A
Share on FacebookShare on Twitter

PANGKALPINANG, AksaraNewsroom.ID —
Titik terang dugaan penelantaran pasien oleh Rumah Sakit Siloam Bangka masih belum terjawab. Belakangan, BPJS Kesehatan Pangkalpinang menemukan adanya pelanggaran terkait iuran pembayaran tidak sah terhadap pasien yang kini telah meninggal dunia tersebut.

Kasus dugaan penelantaran pasien ini mencuat ke publik pasca pihak keluarga mengunggah video kekecewaan mereka atas pelayanan RS Siloam Bangka ke media sosial dan seketika viral pada pekan lalu.

Hal ini pun turut menjadi perhatian Wakil Ketua III DPRD Provinsi Bangka Belitung, Edi Nasapta. Menyikapi informasi ini, Edi mengaku menaruh perhatiannya serta turut prihatin. Bahkan, ia sangat menyesalkan soal dugaan adanya penelantaran terhadap pasien.

Politisi Partai Nasdem ini menyatakan mendukung dilakukan investigasi lebih lanjut agar dugaan kasus tersebut bisa terungkap.

“Yang jelas pasien itu tidak boleh ditelantarkan, baik BPJS maupun tidak ya,” katanya saat ditemui Aksara Newsroom, Rabu (19/2/2025), seraya menyatakan dukungan lebih lanjut kepada pihak BPJS Kesehatan melibatkan dinas terkait, hingga meminta pihak manajemen RS Siloam Bangka menindaklanjutinya temuan awal pihak terkait.

  • Baca Juga: Kisruh Dugaan Penelantaran Pasien di RS Siloam, Wakil Ketua DPRD Babel Dukung Dilakukannya Investigasi
  • Baca Juga: Mencuat Aroma Dugaan Konflik Kepentingan di RSUD Depati Hamzah, Terkuak Ikut Campur Kolegium hingga Soal 17 Miliar

Namun sayangnya, RS Siloam melalui Business Development Head Siloam Bangka, Yohan Gusanto masih bungkam dikonfirmasi atau ditanya soal tindak lanjut mereka maupun temuan pelanggaran oleh pihak BPJS Kesehatan Cabang Pangkalpinang, tak terkecuali sikap mereka atas pernyataan Wakil Ketua III DPRD Babel, yang mendorong pihak manajemen menindaklanjuti temuan awal pihak BPJS.

Upaya serupa sebelumnya sudah dilakukan Aksara Newsroom. Namun, Yohan tak kunjung meresponnya. Sebelumnya pasca awal-awal viral unggahan pasien ke media sosial, Yohan sempat menjawab bahwa pihaknya sedang melakukan penulusuran, tepatnya disampaikan pada 13 Februari 2025 lalu.

Sebelumnya kepada Aksara Newsroom,
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pangkalpinang, Aswalmi Gusmita menyebutkan bahwa kebutuhan darah seharusnya tidak ada batasan maupun biaya atas keperluan pasien ikut serta jaminan kesehatan yang dikelola oleh pemerintah tersebut.

Namun sayangnya, RS Siloam Bangka ternyata tidak memberlakukan demikian.

“Pasien harusnya tidak dikenakan biaya seperti pasien butuh 4 kantong darah, 1 kantong dibayar oleh pasien dengan narasi yang ditanggung BPJS Kesehatan hanya 3 kantong, sementara dari ketentuan tidak ada pembatasan begitu,” kata dia, Minggu (16/2).

“Kemudian pasien disampaikan naik kelas atas keinginan sendiri, padahal pasien terpaksa naik kelas karena hak kelas rawatnya penuh. Ketentuan jika hak kelas rawat penuh, maka dititip satu kelas diatas selama maksimal tiga hari setelah itu dikembalikan ke hak kelas rawat jika telah tersedia,” ungkap dia.

  • Baca Juga: Duka dan Misteri Pasca Meninggalnya Pasien di RS Siloam Bangka, Menanti Hasil Investigasi BPJS Kesehatan
  • Baca Juga: Kenakan Biaya Ini Terhadap Pasien Diduga Ditelantarkan, RS Siloam Bangka Kembali Mengulang Kesalahan Serupa?

Dia mengatakan hanya saja untuk dugaan pelanggaran yang menyebabkan kehilangan nyawa berupa penelantaran pasien, BPJS Kesehatan Pangkalpinang menyatakan memerlukan investigasi lebih mendalam.

“Serta melibatkan pihak-pihak yang memiliki kapasitas dan kapabilitas,” ujar Aswalmi.

Aswalmi memastikan pihaknya akan memberikan sanksi terhadap RS Siloam Bangka. Hal serupa ternyata telah terjadi sebelumnya dan teguran diberikan kepada pihak rumah sakit tersebut.

“Ini akan menjadi surat teguran ke dua dalam kurun 6 bulan bulan terakhir, karena sebelumnya terdapat surat teguran untuk kriteria pelanggaran yang sama atau iura biaya. Sanksi administrasi berupa surat teguran atas pelanggaran yang telah final dari sisi evidence dalam hal ini iuran biaya yang tidak sah atau tidak sesuai ketentuan,” ujarnya.

Disamping itu, BPJS Kesehatan Cabang juga akan melibatkan tim kendali mutu dan kendali biaya BPjS Kesehatan yang telah
memiliki keahlian dalam melakukan evaluasi atas mutu layanan faskes karena merupakan perwakilan dari organisasi profesi.

“Berapa lama investigasi ini akan kemudian menghasilkan sebuah kesimpulan belum dapat dipastikan, namun progress akan dilakukan adalah minggu depan akan dilakukan pembahasan dengan tim JKN kabupaten dan kota serta Tim KMKB terkait terkait langkah-langkah apa yang perlu dilakukan untuk memulai investigasi,” ujarnya.

Keluhan dan Kekecewaan Keluarga Pasien Berakhir Viral

Pelayanan Rumah Sakit (RS) Siloam Hospital di Provinsi Bangka Belitung akhir-akhir ini menuai sorotan pasca diterpa kasus dugaan penelantaran terhadap seorang pasien yang akhirnya meninggal dunia.

Tangis haru serta luapan kekecewaan sebelumnya tampak menyelimuti kepergian seorang pasien yang akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya di RS Siloam Bangka.

Dalam video yang beredar di media sosial, TikTok, yang diunggah oleh akun @tiniani78, terlihat keluarga pasien tampak marah lantaran menganggap pelayanan rumah sakit tidak maksimal hingga diduga menelantarkan keluarganya, hingga pasien meninggal dunia pada Senin (10/2/2025)

Dalam salah satu rekaman vidio yang sebelumnya viral dan kini beredar di media sosial, keluarga korban menganggap pihak rumah sakit diduga telah menelantarkan pasien.

Luapan kemarahan lainnya yang diungkap, yakni padahal keberadaan dan kondisi korban sejak lama kritis hingga perlu tindakan medis.

“Mama saya sudah enggak ada. Yang bilang ruang ICU penuh siapa!,” ungkap seseorang perempuan dalam video yang diunggah akun Tiktok @tinaani78, dikutip Aksara Newsroom.

  • Baca Juga: Awalnya Klaim Suaminya Dikontrak Tak Dibayar di RSUD Depati Hamzah, Ternyata 20 Juta Perbulan

Kekecewaan keluarga korban tampak kian pecah ketika mendapatkan kabar berbeda lantaran dari pihak rumah sakit sebelumnya menyatakan bahwa ruangan ICU telah penuh, namun kenyataan diketahui kosong.

Terkuaknya ruang yang dimaksud itu kosong setelah didapati informasi oleh tetangganya anak korban yang juga sempat dirawat di ICU Siloam Bangka.

“Padahal ruang ICU itu kosong tadi pagi,” timpal keluarga pasien yang lainnya.

“Pasien ICU itu keluar tadi malam dirawat di lantai (6-red) 7, itu ada tetangga kita dirawat di ICU, dia bilang dari semalam itu kosong. Mama saya kritis dari tadi malam dibiarin di belakang, dibilang ruang ICU penuh,” ungkapnya, menceritakan usai bertemu tetangganya.

Terdengar pula suara samar-samar diduga dari pihak RS Siloam soal saran untuk dirujuk ke rumah sakit lain. Mendengar respon itu, keluarga pasien tampak langsung menyahutnya. “Gak ada konfirmasi, percuma. Saya tuntut ini,” cetusnya.

“Dari malam sudah kritis mama saya. Katanya harus masuk ICU, katanya ruang ICU di rumah sakit ini penuh, harus dioper di rumah sakit lain, mama saya enggak ada tindak lanjut. Ternyata ruang ICU di rumah sakit ini kosong,” ungkapnya.

“Gak ada alasan. Ini pasien sudah darurat, bukan pasien main-main. Mama saya itu kritis, enggak bisa nafas itu dari tadi malam, dari pagi nafasnya juga sudah susah tapi tidak ada tindak lanjut juga. Pada diam disini, dipanggil juga diam. Darurat dipanggil darurat dokter enggak ada-ada. Kalian ini gimana kerjanya. Ini pasien sudah darurat kalian masih santai saja,” kata dia.

Sementara itu di akhir-akhir video, keluarga pasien terdengar menyatakan akan mencari keadilan dan menuntut pihak RS Siloam Bangka.

Penulis : Hendri J. Kusuma/dd

Tags: Bangka BelitungBangka TengahBPJS KesehatanDPRD BabelPangkalpinangPelayananRS SiloamRumah SakitSiloamSiloam BangkaViral
ShareTweetSend

Related Posts

Triliunan Rupiah Terancam Menguap akibat Tambang Ilegal di Babel, Mampukah PT Timah Ambil Kendali?

Triliunan Rupiah Terancam Menguap akibat Tambang Ilegal di Babel, Mampukah PT Timah Ambil Kendali?

by Redaksi Aksara
23 Oktober 2026
0

AksaraNewsroom.ID - Meroketnya harga timah dunia hingga menyentuh US$55.175 per ton menjadi daya tarik bagi aktivitas penambangan timah tanpa izin...

Bukan Hanya Soal Timah, Nasib Nelayan dan Keluarga di Beriga Ikut Dipertaruhkan

Bukan Hanya Soal Timah, Nasib Nelayan dan Keluarga di Beriga Ikut Dipertaruhkan

by Redaksi Aksara
22 Oktober 2026
1

AksaraNewsroom.ID — Laut bagi masyarakat pesisir bukan sekadar hamparan air asin. Di sanalah sumber penghidupan, tempat menggantungkan harapan, sekaligus penopang...

Bukan Sekadar Modal, Begini Cara Bank Sumsel Babel Bantu ORENJI Berkembang

Bukan Sekadar Modal, Begini Cara Bank Sumsel Babel Bantu ORENJI Berkembang

by Redaksi Aksara
22 Oktober 2026
0

AksaraNewsroom.ID -Perkembangan usaha kreatif berbasis produk segar terus menunjukkan tren positif. Salah satu unit usaha yang menarik perhatian publik adalah...

Load More
Next Post
Berperan Aktif Terapkan Budaya K3, PT Timah Berikan Penghargaan untuk Mitra Usaha dan Karyawan

Berperan Aktif Terapkan Budaya K3, PT Timah Berikan Penghargaan untuk Mitra Usaha dan Karyawan

Resmi Dilantik, Algafry-Efrianda Pimpin Bangka Tengah 2025-2030

Resmi Dilantik, Algafry-Efrianda Pimpin Bangka Tengah 2025-2030

Pria Usia 35 Tahun di Pangkalpinang Setubuhi Anak Dibawah Umur, Korban Diimingi akan Dinikahi

Pria Usia 35 Tahun di Pangkalpinang Setubuhi Anak Dibawah Umur, Korban Diimingi akan Dinikahi

Dibalik Gemerlap Bianglala, Petani Rias Dibayangi Kegelisahan Beralihnya Hulu Sungai ke Perkebunan Sawit

Dibalik Gemerlap Bianglala, Petani Rias Dibayangi Kegelisahan Beralihnya Hulu Sungai ke Perkebunan Sawit

Kasus Penyelundupan Pasir Timah di Beltim, Polisi Tetapkan Satu Tersangka Baru, Ini Perannya

Kasus Penyelundupan Pasir Timah di Beltim, Polisi Tetapkan Satu Tersangka Baru, Ini Perannya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

  • 5 Smelter Timah Disita Kejagung Bakal Beroperasi Kembali, Dikelola BUMN Menugaskan PT Timah

    5 Smelter Timah Disita Kejagung Bakal Beroperasi Kembali, Dikelola BUMN Menugaskan PT Timah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bocah Perempuan Korban Diterkam Buaya Ditemukan di Dekat Perairan Jembatan Emas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Breaking News! Kejati Babel Diduga Geledah Kantor BWS Babel

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mitos Sentuh Kelamin Patung Victor Noir Cegah Kemandulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Respon Gugatan PTUN! DL Wagub Babel Telah Habiskan Rp217 Juta dalam 3 bulan, Gubernur Hidayat Ternyata Segini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
5 Smelter Timah Disita Kejagung Bakal Beroperasi Kembali, Dikelola BUMN Menugaskan PT Timah

5 Smelter Timah Disita Kejagung Bakal Beroperasi Kembali, Dikelola BUMN Menugaskan PT Timah

23 April 2024
Bocah Perempuan Korban Diterkam Buaya Ditemukan di Dekat Perairan Jembatan Emas

Bocah Perempuan Korban Diterkam Buaya Ditemukan di Dekat Perairan Jembatan Emas

4 Februari 2025
Breaking News! Kejati Babel Diduga Geledah Kantor BWS Babel

Breaking News! Kejati Babel Diduga Geledah Kantor BWS Babel

18 Juni 2025
Mitos Sentuh Kelamin Patung Victor Noir Cegah Kemandulan

Mitos Sentuh Kelamin Patung Victor Noir Cegah Kemandulan

20 Juni 2023
Ironi Proyek Ketahanan Pangan di Batu Betumpang, Petani Keluhkan Air Asin hingga Pintu Air Bocor

Ironi Proyek Ketahanan Pangan di Batu Betumpang, Petani Keluhkan Air Asin hingga Pintu Air Bocor

8
Prihatin Kondisi Dermaga Nelayan, Ketua Demokrat Babel Buka Opsi Pakai Dana Pribadi Jika Pemerintah Abai

Prihatin Kondisi Dermaga Nelayan, Ketua Demokrat Babel Buka Opsi Pakai Dana Pribadi Jika Pemerintah Abai

5
Jalan Puluhan Miliar di Basel Retak, BPJN Babel: Kalau Rusak Lagi Artinya Ada yang Salah

Jalan Puluhan Miliar di Basel Retak, BPJN Babel: Kalau Rusak Lagi Artinya Ada yang Salah

3
Skandal Ekspor Logam Tanah Jarang di Bangka Belitung Terbongkar, Kepala Bea Cukai Pangkalpinang Ikut Dijerat

Di Balik Skandal Ekspor Logam Tanah Jarang, Adakah Aktor Lain selain Oknum Pejabat Bea Cukai dan Sucofindo?

3
Triliunan Rupiah Terancam Menguap akibat Tambang Ilegal di Babel, Mampukah PT Timah Ambil Kendali?

Triliunan Rupiah Terancam Menguap akibat Tambang Ilegal di Babel, Mampukah PT Timah Ambil Kendali?

23 Oktober 2026
Bukan Hanya Soal Timah, Nasib Nelayan dan Keluarga di Beriga Ikut Dipertaruhkan

Bukan Hanya Soal Timah, Nasib Nelayan dan Keluarga di Beriga Ikut Dipertaruhkan

22 Oktober 2026
Bukan Sekadar Modal, Begini Cara Bank Sumsel Babel Bantu ORENJI Berkembang

Bukan Sekadar Modal, Begini Cara Bank Sumsel Babel Bantu ORENJI Berkembang

22 Oktober 2026
Tak Perlu Antre di Samsat, Ini Cara Bayar Pajak Kendaraan Lewat BSB Mobile

Tak Perlu Antre di Samsat, Ini Cara Bayar Pajak Kendaraan Lewat BSB Mobile

20 Oktober 2026
ADVERTISEMENT

Tags

ADV Advertorial Algafry Rahman Bangka Barat Bangka Belitung Bangka Selatan Bangka Tengah Bank Sumsel Babel Bawaslu Belitung Beltim BSB BUMN Bupati Bangka Tengah DPRD DPRD Babel Erzaldi Rosman Djohan Gubernur Babel Hidayat Arsani IUP Kapolda Babel KPU Lingkungan MIND ID Molen Nelayan Pangkalpinang Pangkalpinang Pemilu 2024 Pemkab Bangka Tengah Pemkot Pangkalpinang Pemprov Babel Pilkada 2024 Pj Gubernur Babel Polda Babel Politik Program CSR PT Timah Tbk PT Timah PT Timah Tbk Rina Tarol Safrizal Zakaria Ali Sawit Timah TINS UMKM
  • Aksara Newsroom | Bertutur Dengan Data
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Newsroom
  • Pedoman Media Siber

PT. AKSARA MEDIA INDONESIA - All rights reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Content is protected !!
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Lingkungan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Makro
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Destinasi
    • Kuliner
    • Budaya
    • Humaniora
  • Olahraga
  • Lokal Newsroom
    • Pangkalpinang
    • Bangka Tengah
    • Bangka
    • Belitung
    • Bangka Selatan
    • Bangka Barat
  • Newsroom
    • Newsroom
    • Kontak
    • Disclaimer
  • Aksara Newsroom | Bertutur Dengan Data

PT. AKSARA MEDIA INDONESIA - All rights reserved