PANGKALPINANG, AksaraNewsroom.Id – Kondisi PT Jamkrida atau Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) satu-satunya milik Pemerintah Provinsi Bangka Belitung dinilai sedang sakit. Buruknya kinerja ditenggarai menjadi alasan munculnya usulan dilakukan pembekuan dan bahkan dibubarkan.
Selain dipicu masalah keuntungan lantaran dianggap tak tau rimbanya, biaya operasional serta gaji turut menjadi sorotan, sehingga rencana pernyataan modal tahun ini sangat diwanti-wanti oleh DPRD Babel.
Komisi II DPRD Babel tampak kompak atau sepakat menunda rencana pernyataan modal bagi PT Jamkrida sebelum mereka segera menuntaskan catatan diberikan sampai tenggat waktu yang telah ditentukan.
Salah satunya diungkapkan Rina Tarol, yang terlihat getol tak ingin menyetujuinya adanya penyertaan modal Rp 2 miliar kepada PT Jamkrida. Alasannya, BUMD Babel ini harus melaporkan neraca atau analisis laporan keuangan mereka.
“Dari mulai 2020, PT Jamkrida tidak memberikan keuntungan atau deviden buat Babel. Bahkan 2020 ada kerugian 1 miliar. Kalau tidak ada manfaatnya buat kita, untuk apa,” kata dia usai rapat dengan Jamkrida, seraya menyebut kembali terjadi kerugian di 2021, dikonfirmasi Aksara Newsroom, Kamis (12/6/2025).
- Baca Juga: Hidayat Arsani Masih Tanggung Warisan Utang Era Erzaldi, Rina Tarol Singgung Sosok Satu Ini
Politisi Golar ini tak menampik sedang tidak baik-baiknya kondisi PT Jamkrida Babel. Ia menilai kondisi berlarut-larut yang dialami Jamkrida karena tidak lepas memenuhi komitmen atas pernyataan modal diberikan ke daerah-daerah.
“Ya, ini Sakit. Kalau tidak bermanfaat buat kita ya bubarkan. Ini menjadi beban untuk keuangan kita,” ungkap dia.
“Inikan mereka terseok-seok karena tidak memenuhi komitmen pada saat pembentukan yang seharusnya dilakukan,” ujar Rina.
Dirinya turut mempertanyakan dengan kondisinya yang tersendat atas besarnya anggaran operasional PT Jamkrida.
“Makanya tadi saya lihat laporan gajinya dengan kondisi saat ini biaya operasional besar. Kami minta neraca diserahkan ke kami, sehingga kita baca sama. Kita minta BPK turun investigasi dimana kelirunanya, tidak bicara audit lagi biar Jamkrida bisa diselamatkan,” ujar Rina.
- Baca Juga: Dihembuskan Tak Lagi ‘Mesra’, Rina Tarol Duga Ini Biang Kerok Isu Retaknya Hubungan Hidayat-Hellyana
Ketidakhadiran Komisaris Independen Jamkrida turut disesali Komisi II DPRD Babel. Menurutnya, eksbank seharusnya hadir menjelaskan pengawasan dan apa permasalahan yang terjadi.
“Ini sangat disesali. Apakah ini dianggap tidak penting. Kami juga meminta kepada Pak Gubernur untuk mengevaluasi kepala eks bank, dimana pengawas dan pembina agar efektif berjalannya BUMD. Semoga Pak Gubernur menempatkan orang berkompeten dan bisa kita selamatkan,” kata Rina.
Penulis : Hendri J. Kusuma/D2K





















