PANGKALPINANG, AksaraNewsroom.ID – Suasana haru menyelimuti pusara atau makam Al Zahyan, bayi berusia 11 bulan yang meninggal dunia usai diduga tidak mendapat penanganan cepat di Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT) Pangkalpinang.
Tepat 6 September 2025, Al Zahyan seharusnya merayakan ulang tahun pertamanya. Namun, yang tersisa hanya doa dan air mata sang ibu, Ayi, di hadapan batu nisan putranya.
Al Zahyan yang seharusnya meniup lilin pertamanya kini hanya dikenang dengan doa. Kue ulang tahun yang sudah dipesan sejak 28 Agustus tak pernah tersentu.
Tanah tempat Al Zahyan dimakamkan menjadi saksi dimana seorang ibu berurai air mata menatap batu nisan yang bertuliskan Al Zahyan.
Ayi, seraya berkata, “Meski singkat, kehadiranmu telah memberi arti bagi hidup kami, Tenang disane nak og, semoga Tuhan memelukmu dengan kasih sayang nya, semoga bahagia di surga malaikat kecilku,” ungkap Ayi.
Dengan penuh keikhlasan, Ayi menyampaikan doa dengan penuh kasih.
“Tuhan, kami ikhlas melepasnya kembali kepada-Mu, tempatkan ia di sisi-Mu dengan penuh kasih” ucapnya dengan penuh ihklas.
Kue ulang tahun yang ke 1 tahun Al Zahyan, sebelumnya sudah di pesankan khusus dari tanggal 28 Agustus. saat ini tidak hanya menjadi tanda bertambahnya umur seseorang namun hari ini menjadi tanda sebuah kepergian.

Peristiwa Kepergian Al Zahyan
Peristiwa ini sebelumnya menjadi perhatian luas setelah jeritan tangis ibunda Al Zahyan, Ayi, viral di media sosial dan menggema hingga ke berbagai penjuru Indonesia.
Berdasarkan informasi yang diperoleh Aksara Newsroom, 1 September 2025 sekitar pukul 22.00 WIB, Ayi, yang merupakan Ibu Al Zahyan bersama keluarga membawa anaknya seorang bocah lucu berumur 11 bulan ke UGD Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT) Kota Pangkalpinang.
Dalam pemeriksaan awal, Al Zahyan didiagnosis menderita sakit Muntaber (gastroenteritis) berdasarkan keterangan keluarga.
Lalu, Sekitar pukul 01.30 Wib Alzahyan dipindahkan ke ruang rawat inap lantai atas RSBT, setelah menjalani pemeriksaan hingga pukul 02.00 wib pihak dokter dan perawat meninggalkan ruangan rawat inap Alzahyan.
Tak berselang lama memasuki waktu subuh hingga pagi hari, Alzahyan yang pada saat itu terlihat menahan sakit luar biasa, badannya menggigil, muka pucat sehingga menimbulkan kepanikan Ayi dan keluarga yang berjaga.
Pada saat itu, Ayi dan keluarganya berusaha meminta pertolongan ke pihak RSBT, dengan memencet bel darurat hingga puluhan kali, keluar ruangan rawat inap ke lobi dan berbagai usaha sudah di lakukan.
Namun sayangnya, Ayi mengungkap dalam video yang beredar luas bahwa tidak ada satupun baik itu perawat ataupun dokter yang merespon untuk memberikan pertolongan. Yang pada akhirnya, Ayi bersama suaminya Ari dan keluarga besar harus merelakan kepergian sang buah hati tercintanya.
Menurut Ayi, andaikan waktu bisa diputar kembali dan anaknya mendapatkan pertolongan pada saat itu, mungkin dirinya dan keluarga tidak merasakan kehilangan yang sangat mendalam, namun apa daya takdir berkata lain. Kini, dirinya dan pihak keluarga tinggal menunggu untuk menuntut keadilan kepada pihak RSBT. (*)





















