TOBOALI, AksaraNewsroom.ID – Keresahan tengah menyelimuti petani Desa Serdang, Kabupaten Bangka Selatan. Jelang panen raya padi pada Oktober 2025, mereka khawatir hasil jerih payah tidak terserap pasar, sementara harga gabah rawan dimainkan tengkulak.
Agus, salah seorang petani, mengaku cemas jika tidak ada jaminan pembelian dari Bulog. “Adapun soal panen raya, itu bagaimana untuk membeli gabah kami, itu sangat penting, itu bisa dibeli. Itu sangat penting untuk membeli gabah kami,” ungkapnya, Kamis (18/5/2025).
Menanggapi kondisi tersebut, Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Rina Tarol, menegaskan akan segera memanggil pihak Badan Urusan Logistik (Bulog) Bangka melalui Komisi II DPRD Babel.
Langkah itu diambil setelah ia menerima keluhan masyarakat Desa Serdang, Kabupaten Bangka Selatan, terkait sikap Bulog yang enggan menampung gabah petani menjelang panen raya.
Diperkirakan pada Oktober 2025 mendatang, sawah petani di wilayah tersebut akan memasuki musim panen raya. Rina khawatir harga jual gabah akan anjlok jika Bulog tetap enggan membeli hasil panen langsung dari petani.
“Kita akan berkoordinasi dengan Komisi II untuk memanggil Dinas Pertanian dan Bulog, meminta penjelasan agar Bulog bisa menampung gabah petani yang InsyaAllah panen raya di bulan Oktober nanti,” ujar Rina usai reses, Kamis (18/9/2025).
- Baca Juga: Petani Serdang Keluhkan Maraknya Alih Fungsi Lahan Jadi Perkebunan Sawit, DPRD Babel Turun Tangan
Ia menekankan pentingnya campur tangan Bulog agar harga gabah tidak dimanipulasi pihak tertentu. “Jangan sampai harga ini dipermainkan. Saat panen raya harga gabah murah, nah ini yang bikin petani kecewa,” tegas srikandi Partai Golkar itu.
Menurut informasi dari masyarakat, hingga kini Bulog memang belum turun membeli gabah petani di Desa Serdang. Salah satu alasan yang disampaikan, produksi gabah petani dianggap terlalu sedikit karena panen hanya setahun sekali. Namun kini, kondisi sudah berubah: petani mampu panen hingga tiga kali setahun.
“Makanya kita berharap Bulog turun untuk menampung gabah kering masyarakat ini. InsyaAllah minggu depan kami akan coba panggil mereka (Bulog-red),” pungkas Rina. (*)




















