https://aksaranewsroom.id/kontak/ https://aksaranewsroom.id/kontak/ https://aksaranewsroom.id/kontak/
  • Aksara Newsroom | Bertutur Dengan Data
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Newsroom
  • Pedoman Media Siber
Senin, Mei 25, 2026
  • Login
Aksara Newsroom
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Aksara Newsroom
No Result
View All Result
https://aksaranewsroom.id/ https://aksaranewsroom.id/ https://aksaranewsroom.id/
ADVERTISEMENT

Pahami Propaganda Buzzer di Tahun Politik, Berikut Pola Kerja dan Pengaruh Negatifnya

Redaksi Aksara by Redaksi Aksara
21 Oktober 2023
0 0
A A
Share on FacebookShare on Twitter

AksaraNewsroom.ID – Di setiap momentum politik, ruang digital berubah menjadi arena pertarungan narasi. Bukan hanya antar kandidat atau partai, tetapi juga antar jaringan akun yang bekerja secara sistematis membentuk opini publik. Fenomena inilah yang dikenal sebagai buzzer politik alias aktor digital yang kini menjadi bagian tak terpisahkan dari strategi kampanye modern.

Berbagai kajian menunjukkan, buzzer bukan sekadar individu yang aktif berkomentar di media sosial. Mereka merupakan bagian dari sistem propaganda digital yang dirancang untuk memengaruhi cara publik melihat realitas politik.

Laporan dari Freedom House mencatat, dalam beberapa tahun terakhir manipulasi media sosial terjadi di lebih dari 70 negara, terutama dalam konteks pemilu dan kepentingan politik.

Penelitian dari Oxford Internet Institute mengkategorikan aktivitas buzzer sebagai computational propaganda, yakni penggunaan teknologi, data dan jaringan digital untuk memanipulasi opini publik secara terstruktur.

Dalam praktiknya, propaganda tidak selalu berbentuk informasi palsu. Justru yang lebih sering terjadi, diantaranya membesar-besarkan fakta tertentu, menyembunyikan konteks atau mengulang narasi hingga dianggap sebagai kebenaran. Dengan kata lain, yang dipertarungkan bukan hanya fakta, tetapi persepsi atas fakta.

Di balik satu isu yang viral, terdapat pola kerja yang umumnya terorganisir. Narasi tidak muncul secara spontan, melainkan melalui tahapan yang terencana, tak lain diantaranya tim kampanye atau aktor politik merumuskan pesan utama, baik untuk membangun citra positif maupun menyerang lawan.

Tak hanya itu, influencer atau akun dengan banyak pengikut menjadi pintu masuk penyebaran narasi. Adapun ribuan akun kecil, baik organik maupun anoni mengulang pesan yang sama secara serentak.

Setelah terus muncul di berbagai platform, narasi tersebut perlahan dianggap sebagai opini umum. Pola ini sering diperkuat dengan teknik astroturfing, yaitu menciptakan kesan seolah-olah suatu opini datang dari masyarakat luas, padahal merupakan hasil rekayasa.

Selain itu, buzzer juga menggunakan pendekatan firehose of falsehood yaitu membanjiri ruang publik dengan informasi dalam jumlah besar.

Strategi ini tidak selalu fokus pada kebenaran, melainkan pada kecepatan penyebaran, volume konten dan penguasaan percakapan publik. Akibatnya, publik kesulitan memilah mana informasi yang valid dan mana yang manipulatif.

Efektivitas buzzer tidak lepas dari pemanfaatan aspek psikologis. Riset dari Massachusetts Institute of Technology menemukan bahwa informasi yang memicu emosi seperti kemarahan atau ketakutan lebih cepat menyebar dibandingkan informasi faktual.

Beberapa kecenderungan yang dimanfaatkan antara lain keinginan mencari pembenaran (confirmation bias), kecenderungan percaya pada informasi yang sering diulang serta dorongan mengikuti opini mayoritas.

Dalam kondisi ini, publik tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga tanpa sadar ikut menyebarkan propaganda.

Pergeseran Taktik: Dari Tagar ke Konten Halus

Jika sebelumnya buzzer identik dengan perang tagar di Twitter, kini pola tersebut berkembang. Platform seperti TikTok dan Instagram menjadi medan baru. Narasi politik dikemas dalam bentuk seperti video pendek, cerita personal hingga konten hiburan.

Pendekatan ini membuat propaganda lebih sulit dikenali karena tidak selalu tampil sebagai konten politik secara langsung.

Polarisasi hingga Erosi Demokrasi

Laporan dari Freedom House mencatat manipulasi media sosial telah menjadi ancaman nyata dalam proses demokrasi di berbagai negara. Di Indonesia, dampak tersebut mulai terlihat dalam beberapa bentuk,

Masyarakat terbelah menjadi kelompok-kelompok yang saling berseberangan secara tajam. Perdebatan publik bergeser dari isu kebijakan ke serangan personal dan perang citra.

Informasi yang terus dipertanyakan membuat publik kehilangan kepercayaan terhadap media dan institusi. Banjir konten membuat masyarakat jenuh, bahkan apatis terhadap isu politik.

Batas Tipis antara Relawan dan Buzzer

Di Indonesia, fenomena buzzer menjadi lebih kompleks karena batas antara relawan politik dan buzzer sering kali kabur. Tidak semua akun yang aktif membela kandidat merupakan bagian dari operasi terorganisir.

Namun, kesamaan pola seperti narasi seragam dan intensitas tinggi membuat keduanya sulit dibedakan di ruang publik.

Fenomena buzzer di tahun politik menunjukkan bahwa pertarungan demokrasi tidak lagi hanya terjadi di panggung kampanye atau ruang debat, tetapi juga di algoritma media sosial.

Buzzer bekerja bukan sekadar menyampaikan pesan, melainkan mengatur arus informasi,
membentuk persepsi dan menentukan isu apa yang dianggap penting oleh publik.

Dalam situasi ini, tantangan terbesar bukan hanya melawan hoaks, tetapi memahami bagaimana propaganda bekerja secara halus di balik layar digital. Sebab pada akhirnya, yang dipertarungkan bukan hanya kebenaran, melainkan siapa yang mampu mendefinisikan kebenaran itu sendiri di mata publik.***

Tags: AlgoritmaBuzzerDemokrasiEditorialFaktaHoaxManipulasiMedia SosialNetizenOpiniPenelitianPolarisasiPolitikPropagandaPublik
ShareTweetSend

Related Posts

Di Luar Wewenang Peradilan Agama: Kebuntuan Legal Standing dalam Sengketa Sesama Jenis

Di Luar Wewenang Peradilan Agama: Kebuntuan Legal Standing dalam Sengketa Sesama Jenis

by Redaksi Aksara
21 April 2026
0

Oleh: Reva Amanda_4012411255 | Mahasiswa Universitas Bangka Belitung, Fakultas Hukum, Jurusan Hukum Dalam praktik hukum di Indonesia, konsep legal standing...

Mesin Golkar Basel Perlu Dibongkar Ulang? Pengamat Politik UBB: Kekuatan Elektoral Rina Tarol Bisa Jadi Titik Balik

Mesin Golkar Basel Perlu Dibongkar Ulang? Pengamat Politik UBB: Kekuatan Elektoral Rina Tarol Bisa Jadi Titik Balik

by Redaksi Aksara
28 Maret 2026
0

TOBOALI, AksaraNewsroom.ID - Dinamika politik di Kabupaten Bangka Selatan (Basel) memasuki fase baru seiring menguatnya nama Rina Tarol sebagai calon...

Fitrah yang Terjarah, Ruang Sipil dalam Bayang-Bayang Represivitas

Fitrah yang Terjarah, Ruang Sipil dalam Bayang-Bayang Represivitas

by Redaksi Aksara
28 Maret 2026
0

Oleh : Okta Renaldi-Formature | Ketua Umum HMI Cabang Babel Raya Di tengah lanskap sosial yang semakin menyempit, fitrah manusia...

Load More
Next Post
Molen Ajak Anak-Anak Muda Menjadi Petani Milenial

Molen Ajak Anak-Anak Muda Menjadi Petani Milenial

Enam Peserta Ikuti Lelang Jabatan Dua Kepala OPD di Pemkot Pangkalpinang

Enam Peserta Ikuti Lelang Jabatan Dua Kepala OPD di Pemkot Pangkalpinang

Foto DPC Gerindra Pangkalpinang Ajak Kader & Bacaleg Lakukan Aksi Sosial di Ultah Probowo Subianto ke-72

Foto DPC Gerindra Pangkalpinang Ajak Kader & Bacaleg Lakukan Aksi Sosial di Ultah Probowo Subianto ke-72

Cegah Kenakalan Remaja, Siswa SMAN 1 Pangkalpinang Diberi Edukasi

Cegah Kenakalan Remaja, Siswa SMAN 1 Pangkalpinang Diberi Edukasi

PT Timah Tbk Kenalkan Proses Bisnis Hingga Produk Jadi Timah di Joint Convention Pangkalpinang, Pengunjung Antusias Lihat Proses Eksplorasi

PT Timah Tbk Kenalkan Proses Bisnis Hingga Produk Jadi Timah di Joint Convention Pangkalpinang, Pengunjung Antusias Lihat Proses Eksplorasi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

  • 5 Smelter Timah Disita Kejagung Bakal Beroperasi Kembali, Dikelola BUMN Menugaskan PT Timah

    5 Smelter Timah Disita Kejagung Bakal Beroperasi Kembali, Dikelola BUMN Menugaskan PT Timah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bocah Perempuan Korban Diterkam Buaya Ditemukan di Dekat Perairan Jembatan Emas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Breaking News! Kejati Babel Diduga Geledah Kantor BWS Babel

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mitos Sentuh Kelamin Patung Victor Noir Cegah Kemandulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Respon Gugatan PTUN! DL Wagub Babel Telah Habiskan Rp217 Juta dalam 3 bulan, Gubernur Hidayat Ternyata Segini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
5 Smelter Timah Disita Kejagung Bakal Beroperasi Kembali, Dikelola BUMN Menugaskan PT Timah

5 Smelter Timah Disita Kejagung Bakal Beroperasi Kembali, Dikelola BUMN Menugaskan PT Timah

23 April 2024
Bocah Perempuan Korban Diterkam Buaya Ditemukan di Dekat Perairan Jembatan Emas

Bocah Perempuan Korban Diterkam Buaya Ditemukan di Dekat Perairan Jembatan Emas

4 Februari 2025
Breaking News! Kejati Babel Diduga Geledah Kantor BWS Babel

Breaking News! Kejati Babel Diduga Geledah Kantor BWS Babel

18 Juni 2025
Mitos Sentuh Kelamin Patung Victor Noir Cegah Kemandulan

Mitos Sentuh Kelamin Patung Victor Noir Cegah Kemandulan

20 Juni 2023
Pemkot Pangkalpinang Terima 130 Kuota PPPK 2022, Ini Formasi dan Jadwal Pelaksanaannya

Pemkot Pangkalpinang Terima 130 Kuota PPPK 2022, Ini Formasi dan Jadwal Pelaksanaannya

1
Larangan Ekspor Timah, Berdampak Terhadap Pelaku Usaha dan Perekonomian Babel?

Larangan Ekspor Timah, Berdampak Terhadap Pelaku Usaha dan Perekonomian Babel?

1
Tak Ditemukan Kerugian Negara, Penyelidikan Kasus Dugaan Korupsi di DPC Demokrat Pangkalpinang Dihentikan

Tak Ditemukan Kerugian Negara, Penyelidikan Kasus Dugaan Korupsi di DPC Demokrat Pangkalpinang Dihentikan

1
Kurangi Ketergantungan Impor Bahan Pangan di Babel, PT TAM Siapkan Perkebunan Cabai dan Jagung

Kurangi Ketergantungan Impor Bahan Pangan di Babel, PT TAM Siapkan Perkebunan Cabai dan Jagung

1
Bank Sumsel Babel Tingkatkan Pengamanan Transaksi melalui Kerja Sama dengan Polda Sumsel

Bank Sumsel Babel Tingkatkan Pengamanan Transaksi melalui Kerja Sama dengan Polda Sumsel

24 Mei 2026
Gerindra Pangkalpinang Sampaikan Penghormatan Terakhir untuk H. Rosman Djohan

Gerindra Pangkalpinang Sampaikan Penghormatan Terakhir untuk H. Rosman Djohan

24 Mei 2026
Napak Sire 2026 Jadi Panggung Pelestarian Tradisi Menyirih di Belitung

Napak Sire 2026 Jadi Panggung Pelestarian Tradisi Menyirih di Belitung

23 Mei 2026
Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Sosial lewat Program Operasi Bibir Sumbing Gratis

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Sosial lewat Program Operasi Bibir Sumbing Gratis

23 Mei 2026
ADVERTISEMENT

Tags

ADV Advertorial Algafry Rahman Bangka Barat Bangka Belitung Bangka Selatan Bangka Tengah Bank Sumsel Babel Bawaslu Belitung BSB BUMN Bupati Bangka Tengah DPRD DPRD Babel Erzaldi Rosman Djohan Gubernur Babel Hidayat Arsani IUP Kapolda Babel Koba KPU Lingkungan MIND ID Mobil Sehat PT Timah Tbk Molen Nelayan Pangkalpinang Pangkalpinang Pemilu 2024 Pemkab Bangka Tengah Pemkot Pangkalpinang Pemprov Babel Pilkada 2024 Pj Gubernur Babel Polda Babel Politik Program CSR PT Timah Tbk PT Timah PT Timah Tbk Rina Tarol Safrizal Zakaria Ali Timah TINS UMKM
  • Aksara Newsroom | Bertutur Dengan Data
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Newsroom
  • Pedoman Media Siber

PT. AKSARA MEDIA INDONESIA - All rights reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Content is protected !!
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Lingkungan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Makro
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Destinasi
    • Kuliner
    • Budaya
    • Humaniora
  • Olahraga
  • Lokal Newsroom
    • Pangkalpinang
    • Bangka Tengah
    • Bangka
    • Belitung
    • Bangka Selatan
    • Bangka Barat
  • Newsroom
    • Newsroom
    • Kontak
    • Disclaimer
  • Aksara Newsroom | Bertutur Dengan Data

PT. AKSARA MEDIA INDONESIA - All rights reserved