AksaraNewsroom.ID – Bank Sumsel Babel Cabang Pangkalpinang kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong digitalisasi transaksi di kalangan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Bersama Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Bank Sumsel Babel menggelar kompetisi PaMeR QRIS (Paling Merdeka Bertransaksi QRIS) dalam rangkaian Erpeka Festival 2026 di Taman Sari, Pangkalpinang.
Program ini dirancang untuk meningkatkan penggunaan transaksi non-tunai melalui QRIS sekaligus memperkuat literasi keuangan digital bagi para pelaku UMKM yang menjadi tenant dalam festival tersebut.
Pimpinan Bank Sumsel Babel Cabang Pangkalpinang, M. Said Nasrullah, mengatakan kompetisi tersebut menjadi salah satu upaya mendorong pelaku usaha semakin terbiasa memanfaatkan sistem pembayaran digital yang praktis, cepat, dan aman.
“Melalui kompetisi ini, kami ingin mengajak seluruh tenant bazar untuk semakin terbiasa dan mengoptimalkan layanan pembayaran digital. Keunggulan QRIS tidak hanya menguntungkan pembeli, tetapi juga memudahkan pencatatan transaksi dan perputaran uang bagi pelaku usaha,” ujar Said Nasrullah, Kamis (6/8/2026).
Dalam kompetisi tersebut, Bank Sumsel Babel menyiapkan hadiah utama berupa satu unit smartphone Android bagi tenant yang berhasil mencatat frekuensi transaksi QRIS terbanyak selama pelaksanaan Erpeka Festival 2026.
Untuk mengikuti kompetisi, peserta diwajibkan menggunakan Merchant QRIS resmi Bank Sumsel Babel. Penilaian dilakukan berdasarkan jumlah transaksi dengan nilai minimal Rp10 ribu. Satu rekening pembeli hanya dihitung maksimal dua kali transaksi per hari pada stan yang sama guna menjaga sportivitas.
Selain itu, peserta dilarang membebankan biaya tambahan kepada pembeli dan dianjurkan menempatkan kode QRIS di lokasi yang mudah terlihat agar memudahkan proses pembayaran.
Melalui kegiatan ini, Bank Sumsel Babel berharap penggunaan QRIS tidak hanya meningkat selama festival berlangsung, tetapi juga menjadi kebiasaan baru bagi pelaku UMKM dalam menjalankan usahanya.
Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat transformasi digital sektor UMKM sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung yang lebih modern, efisien dan inklusif.***





















