PANGKALPINANG, AksaraNewsroom.ID – Di balik pencalonannya kembali sebagai Wali Kota Pangkalpinang bersama Zeki Yamani, Maulan Aklil atau Molen akhirnya membuka sisi yang jarang diketahui publik atas pengakuan jujur atas kekhilafan, kejatuhan, dan siapa yang menyelamatkannya saat ia kehilangan segalanya.
Pasangan calon HARMONI ini bukan sosok asing bagi warga Pangkalpinang.
Molen pernah menjabat sebagai Wali Kota periode 2018-2023, sementara Zeki Yamani dikenal sebagai politisi dua periode DPRD Kota dan kini anggota DPRD Provinsi Babel 2024-2029.
Namun dalam rapat internal pemenangan yang digelar Sabtu (12/7/2025), terungkap sisi lain dari Mole, yang selama ini jarang ia tampilkan di ruang publik.
Di hadapan kader dan relawan, Ketua DPD Gerindra Babel, Erzaldi Rosman, menilai Molen kini jauh berbeda dari sebelumnya.
“Saya kira Pak Molen sudah berpengalaman dan tinggal meneruskan saja. Nanti program-program Presiden Prabowo, diakselerasikan di Kota Pangkalpinang,” kata Erzaldi.
- Baca Juga: Jerambah Tua Menjelma Jadi Penggerak Akses dan Ekonomi, Mimpi Tiga Wali Kota yang Diwujudkan Molen
Ia juga mengingatkan pasangan HARMONI untuk memberi perhatian pada isu-isu krusial seperti sampah dan pendidikan, termasuk pentingnya pembangunan SMP baru.
Namun momen yang paling menggetarkan dalam forum tersebut adalah ketika Molen berbicara dengan nada penuh kejujuran. Ia mengakui perubahan dirinya bermula dari kekalahan.
“Semua kesalahan itu ada pada diri saya. Saya salah karena sombong, terlalu jumawa. Alhamdulillah saya kalah, cara Allah menegur hamba-Nya memang macam-macam. Ini kesempatan saya instropeksi dan evaluasi diri,” ujar Molen.
Tak banyak yang tahu, Molen ternyata merasa kekalahan itu adalah teguran langsung dari Tuhan atas sikapnya yang dulu terlalu percaya diri.
Ia bahkan bersyukur tak lagi menjabat, karena bisa saja kondisi tersebut semakin membutakan hatinya.
Dalam titik terendah itu pula, Molen menyebut satu-satunya partai yang masih membuka pintu baginya adalah Gerindra, di bawah restu Ketua Umum Prabowo Subianto.
“Alhamdulillah didukung Gerindra, ada Pak Erzaldi yang mau menerima saya. Dulu ada yang mengira saya tidak akur dengan Pak Erzaldi, ternyata kami dipersatukan saat ini. Saya banyak belajar dari Pak Erzaldi, tentang keikhlasan, tentang menerima kekalahan,” katanya.
Ia kemudian menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat, kali ini bukan sebagai politisi, melainkan sebagai manusia biasa yang pernah salah arah.
“Saya minta maaf lahir batin, minta tolong bantu kami, sampaikan pada sanak saudara di Pangkalpinang. Minta tolong yang sebesar-besarnya, izin kami melanjutkan Kota Pangkalpinang. Saya diberikan Allah kekalahan, untuk semakin sadar bahwa kekuasaan itu hanya milik Allah,” lanjutnya.
Di akhir pidato, Molen menyebut dirinya merasa berutang budi kepada Gerindra. Tak hanya karena diberi kesempatan kembali, tapi karena mereka hadir saat yang lain meninggalkannya.
“Saya bersumpah akan membesarkan Gerindra, mendukung program Presiden Prabowo. Terima kasih pada partai lama, telah membersamai selama ini,” tutup Molen. (*)





















