Pelayanan kesehatan kembali menjadi sorotan. Kali ini, dugaan kelalaian terjadi dalam proses rujukan pasien di RSUD Dr Eko Maulana Ali, Kabupaten Bangka.
Temuan tersebut diungkap Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Bangka Belitung, Narulita Sari, saat melakukan kunjungan kerja ke rumah sakit tersebut, Senin (2/3/2026).
Dalam kunjungannya, Narulita mendapati seorang pasien yang terkesan dibiarkan menunggu saat mengajukan permohonan rujukan ke rumah sakit lain. Berdasarkan informasi yang diterima, pasien tersebut telah menunggu sejak siang hari tanpa kepastian terkait proses rujukan.
Mendengar keluhan itu, Narulita berinisiatif mengonfirmasi langsung ke RS Primaya sebagai rumah sakit tujuan rujukan. Hasilnya, pihak RS Primaya menyatakan belum menerima pengajuan rujukan dari RSUD Dr Eko Maulana Ali.
“Saya menelepon RS Primaya, lalu dicek oleh dokter di sana, ternyata belum ada permohonan yang dikirimkan. Padahal sebelumnya perawat sudah menyampaikan kepada pasien sekitar pukul 13.00 WIB bahwa tinggal menunggu persetujuan,” ungkap Narulita.
Ia menambahkan, permohonan rujukan baru dikirim setelah dirinya melakukan konfirmasi sekitar pukul 15.00 WIB.
“Ternyata dokter di IGD belum menghubungi RS Primaya. Baru dilakukan setelah saya menanyakan langsung. Jadi pasien terkesan dibiarkan menunggu dengan alasan belum ada persetujuan, padahal memang belum diajukan,” tegasnya.
Narulita menyayangkan kejadian tersebut dan menilai pelayanan di RSUD Dr Eko Maulana Ali masih jauh dari harapan.
“Tentu ini sangat disayangkan. Jangan sampai ada upaya memperlambat pelayanan kepada pasien. Apalagi dalam kondisi darurat seperti stroke, penanganan harus cepat dan tidak bisa ditunda,” tegas politisi Partai Gerindra tersebut.
Ia pun meminta pihak rumah sakit segera melakukan evaluasi dan berbenah, khususnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Kami tekankan untuk segera berbenah. Jika masih ada aduan serupa dari masyarakat, Komisi IV akan melakukan pemanggilan. Hal ini juga sudah saya laporkan kepada Direktur RSUD dan yang bersangkutan meminta waktu untuk menelusuri permasalahan,” ujarnya.
Narulita berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi seluruh pihak rumah sakit agar pelayanan kesehatan ke depan dapat lebih optimal.
“Masyarakat jangan sampai dibuat semakin menderita. Jika bisa diselamatkan, maka harus segera ditangani. Ini adalah konsekuensi sebagai penyedia layanan kesehatan yang harus siap siaga 24 jam,” imbuhnya.
Sementara itu, Direktur RSUD Dr Eko Maulana Ali, dr. Egha Zainur Ramadhani, Sp.PK, M.Sc, menyampaikan apresiasi atas masukan yang diberikan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan masukan yang diberikan Ibu Narulita. Kami menyadari masih banyak hal yang perlu dibenahi, dan kendala yang terjadi berasal dari faktor komunikasi,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Senin (2/3/2026).
Pihaknya pun berkomitmen untuk memperbaiki sistem komunikasi internal agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal.
“Ke depan, kami berkomitmen untuk memperbaiki hal tersebut,” pungkasnya. (*)





















