PANGKALPINANG, AksaraNewsroom.ID – Sebuah video yang terlihat menunjukkan emosi keluarga pasien di Rumah Sakit Hospital Siloam Bangka, Provinsi Bangka Belitung, viral di media sosial baru-baru ini.
Keluarga pasien tampak marah lantaran menganggap pelayanan rumah sakit tidak maksimal hingga diduga menelantarkan keluarganya, hingga pasien meninggal dunia pada Senin (10/2/2025)
Dalam video yang beredar di media sosial TikTok, yang diunggah oleh akun @tiniani78, terlihat keluarga korban melupakan kekecewaan mereka kepada pihak RS Siloam Bangka. Video tersebut sontak viral dan telah ditonton lebih dari 2 juta kali.
Luapan kekecewaan keluarga korban kian pecah ketika mendapati kabar dari pihak rumah sakit setempat bahwa ruangan ICU disebut penuh, namun kenyataan diungkapkannya bahwa diketahui kosong
“Mama saya sudah enggak ada. Yang bilang ruang ICU penuh tadi siapa!,” ungkap seseorang dalam video, dikutip Aksara Newsroom, yang diunggah
“Padahal ruang ICU itu kosong dari pagi,” timpal keluarga lainnya yang terdengar di video tersebut.
Disisi lain diungkapkannya, padahal kondisi korban sejak lama kritis dan perlu tindakan medis. Ironisnya, bahwa terkuaknya ruang yang dimaksud itu kosong setelah dikabarkan oleh tetangganya anak korban yang juga sempat dirawat di ICU Siloam Bangka.
“Tentangga kita yang dirawat di ICU dia bilang dari semalam itu sudah kosong. Mama saya itu kritis dari tadi malam dibiarin di belakang, dibilang ruang ICU penuh,” ungkapnya.
“Dari pagi nafasnya (mama-red) juga sudah susah, tapi enggak ada tindak lanjut juga, diem disini, dipanggil juga diam. Darurat dipanggil darurat dokter enggak ada-ada. Kalian ini gimana kerjanya. Ini pasien sudah darurat kalian masih santai saja,” ungkap keluarga pasien.
Tak hanya itu, keluarga pasien juga menyatakan akan mencari keadilan dan menuntut pihak RS Siloam Bangka.
“Saya tuntut kalian. Rumah Sakit Siloam Bangka saya laporin ke BPJS,” ungkapnya.
- Baca Juga: Awalnya Klaim Suaminya Dikontrak Tak Dibayar di RSUD Depati Hamzah, Ternyata 20 Juta Perbulan
Sementara itu Business Development Head Siloam Bangka, Yohan Gusanto, menyampaikan bahwa internal rumah sakit sedang melakukan penelusuran terhadap pihak-pihak yang menangani pasien tersebut.
“Saat ini dari management masih telusur lapangan dengan tim medis, staf, perawat dan dokter-dokter yang merawat pasien saat itu. Nanti bila sudah ada kesimpulannya akan dikabari secepatnya ya,” katanya, Kamis (13/2/2025).
Salah satu anggota keluarga korban, Yuni, warga Sinar Bulan, Kota Pangkalpinang, mengungkapkan kepada wartawan tentang kekecewaannya terhadap pelayanan yang diberikan oleh RS Siloam Bangka. “Kami sangat kecewa dengan pelayanan RS Siloam terhadap ibu kami. Padahal, kami selalu membayar iuran BPJS dengan lancar tanpa tunggakan setiap bulan,” ujarnya, seperti dikutip Aksara Newsroom. (hjk/dd)





















