TOBOALI, AksaraNewsroom.ID – Dinamika politik di Kabupaten Bangka Selatan (Basel) memasuki babak baru seiring menguatnya nama Rina Tarol sebagai calon tunggal Ketua DPD Partai Golkar di Negeri Junjung Besaoh.
Srikandi partai berlambang beringin ini menegaskan kesiapannya untuk membawa Golkar kembali menjadi kekuatan politik utama di daerah tersebut.
Pernyataan itu sekaligus menjadi sinyal bahwa Golkar Basel tidak ingin lagi berada di posisi pinggiran dalam peta politik lokal.
Rina Tarol mengonfirmasi kesiapan tersebut dan menegaskan fokus utamanya adalah membesarkan kembali partai serta mengembalikan posisi strategis Golkar, termasuk di lembaga legislatif.
“Kita akan berjuang membesarkan Partai Golkar kembali, mengambil posisi yang dulu pernah menjadi kebanggaan, hingga menjadi pimpinan dewan,” ujar Rina saat dikonfirmasi, Sabtu (28/3/2026).
Rina mengaku optimistis bahwa dengan soliditas kader dan kerja kolektif, Golkar mampu kembali menjadi kekuatan politik yang diperhitungkan di Basel.
“Insya Allah dengan gotong royong, bersama-sama, semuanya kompak, kita bisa membesarkan dan mengembalikan kejayaan Golkar di Bangka Selatan. Kita yakin,” kata dia.
Fokus Konsolidasi hingga Akar Rumput
Sebagai langkah awal, Rina menekankan pentingnya pembenahan struktur partai secara menyeluruh, mulai dari tingkat desa, kecamatan hingga kabupaten.
Ia menyebut, penguatan organisasi akan diisi oleh kader-kader yang memiliki semangat juang tinggi, termasuk dari kalangan generasi muda.
“Kita menata struktur partai sampai ke desa dan kecamatan, kita isi dengan orang-orang, terutama anak muda yang punya semangat untuk berjuang, baik untuk partai maupun masyarakat,” katanya.
Selain restrukturisasi, penyusunan ulang program kerja juga menjadi prioritas guna memastikan arah kebijakan partai lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Rina Tarol juga berkomitmen memperkuat fungsi partai sebagai jembatan aspirasi masyarakat. Ia ingin Golkar tidak hanya hadir saat momentum politik, tetapi aktif menyerap dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Dalam kepengurusannya lima tahun ke depan, Rina memastikan akan melibatkan lebih banyak kader muda. Langkah ini dinilai penting untuk memperlancar proses kaderisasi sekaligus mendorong regenerasi kepemimpinan di tubuh partai. (hjk/dd).





















