BANGKA, AksaraNewsroom.ID – Dugaan masuknya pasokan timah ilegal ke PT Mitra Graha Raya (MGR) diduga ditopang dari aktivitas PT SMB kembali mencuat. Aktivitas mencurigakan berupa pergerakan puluhan kendaraan diduga pengangkut timah disebut meningkat tajam pada malam hari menuju sebuah fasilitas peleburan.
Berdasarkan pengakuan dan penelusuran warga yang diterima redaksi Aksara Newsroom, terpantau pada Senin (1/12 2025), arus mobil pengangkut diungkapkannya terlihat cukup besar.
Puluhan mobil masuk pada tengah malam disebut melewati Pos PKH, membawa pasir timah ilegal yang diduga berkaitan dari IUP PT SMB di Permis.
Aktivitas ini disebut berlangsung rutin beberapa hari berturut-turut.
Sumber tersebut mengaku telah mengikuti pergerakan kendaraan di lapangan dan menyerahkan dokumentasi foto serta video kepada pihak terkait. Namun, ia menyebut belum ada tindakan.
Adapun dalam tiga hari terakhir, ia mengungkap bahwa sedikitnya terdapat 4 mobil yang masuk pada malam Jumat, 17 mobil pada malam Sabtu dan sekitar 27 mobil pada malam Minggu baru-baru ini.
Salah satu kendaraan yang terekam, dengan nomor polisi D 809 C**, diduga mengangkut material timah.
Di sisi lain, volume pasokan disebut diperkirakan bisa mencapai hingga ratusan ton per hari, meski hal ini belum dapat diverifikasi secara resmi.
“Setiap malam masuk terus dari jam 1 sampai jam 3. Sebelumnya 4 mobil, malam Minggu itu lebih dari 17 mobil. Malam sebelumnya 27 mobil,” ujar salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya, Senin sore, dikutip Aksara Newsroom.
- Baca Juga: Ditreskrimsus Polda Babel Benarkan Sedang Selidiki Proyek Dermaga Plengsengan Tanjung Gading
“PT SMB (diduga) membeli timah dari kolektor ilegal. Aktivitas mlam hari, yang membawa timah masuk kedalam peleburan PT MGR,” ungkapnya.
Sumber juga mengaku telah mengikuti pergerakan kendaraan tersebut dan mendokumentasikan aktivitas di lapangan. “Sudah saya sampaikan ke pihak terkait, lengkap dengan foto dan video. Tapi sampai sekarang tetap mereka beli (tidak ada penindakan-red),” katanya.
Informasi lain menyebutkan PT SMB diduga menerima pasokan timah dari jaringan kolektor. Dalam praktik umum di lapangan, ia menyebut kolektor biasanya menghimpun timah dari tambang ilegal di sekitar wilayah IUP, kemudian memasoknya kepada perusahaan pada malam hari agar tidak terpantau.
Volume pasokan disebut bisa mencapai hingga ratusan ton per hari meski hal ini belum dapat diverifikasi secara resmi.

Sumber yang masih sama menambahkan bahwa mereka sempat melihat aparat dan satgas memasang tanda pembatas atau tali penutup jalan beberapa hari lalu. Namun menurutnya, tindakan tersebut tidak disertai pemeriksaan ketat maupun penyisiran area.
“Saya kira mau ada penggerebekan, ternyata tidak ada apa-apa. Jalan sempat ditutup gaya-gayaan saja, tapi lima hari terakhir mobil tetap bebas masuk,” ujarnya.
Ia juga mengaku enggan terlalu jauh menyinggung aparat karena khawatir ada pihak yang merasa tersinggung. “Saya takut kalau nyentil langsung. Foto kami ada. Jadi semua pihak tahu,” katanya.
Hingga kini aktivitas diduga penyuplaian timah ke area KIP PT SMB dan diduga mengalir ke sebuah tempat peleburan disebut terus berlangsung. Warga berharap pihak berwenang turun langsung melakukan pemeriksaan agar dugaan pembelian timah ilegal dapat dipastikan benar atau tidaknya.
Redaksi Aksara Newsroom masih berupaya untuk melakukan konfirmasi atau menghubungi pihak PT SMB, termasuk tim legal perusahaan, dan PT Mitra Graha Raya (MGR) untuk meminta klarifikasi terkait dugaan pasokan timah ilegal sebagaimana disampaikan warga tersebut. Namun hingga berita ini diterbitkan, Aksara Newsroom masih berupaya melakukan upaya konfirmasi. (red)





















