https://aksaranewsroom.id/kontak/ https://aksaranewsroom.id/kontak/ https://aksaranewsroom.id/kontak/
  • Aksara Newsroom | Bertutur Dengan Data
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Newsroom
  • Pedoman Media Siber
Selasa, September 22, 2026
  • Login
Aksara Newsroom
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Aksara Newsroom
No Result
View All Result
https://aksaranewsroom.id/2023/10/21/pahami-propaganda-buzzer-di-tahun-politik-berikut-pola-kerja-dan-pengaruh-negatifnya/ https://aksaranewsroom.id/2023/10/21/pahami-propaganda-buzzer-di-tahun-politik-berikut-pola-kerja-dan-pengaruh-negatifnya/ https://aksaranewsroom.id/2023/10/21/pahami-propaganda-buzzer-di-tahun-politik-berikut-pola-kerja-dan-pengaruh-negatifnya/
ADVERTISEMENT

Pakai Tronton Angkut Solar di SPBN Penutuk, Juragan Basel Ini Bantah BBM Subsidi Mengalir ke Tambang-Alat Berat

Hendri J. Kusuma by Hendri J. Kusuma
18 Desember 2025
0 0
A A
Share on FacebookShare on Twitter

PANGKALPINANG, AksaraNewsroom.ID – Dugaan penyalahgunaan BBM subsidi jenis solar di kawasan Tanjung Labu, Bangka Selatan, yang akhir-akhir ini kian mencuat setelah adanya keluhan sejumlah nelayan. Informasi yang beredar menyebut keterlibatan Hartati alias Tati dan pihak-pihak terkait.

Ia diduga salah satu yang disebut-sebut
menerima kuota ribuan liter hingga menyalurkan BBM ke alat berat tambang dan pihak tertentu hingga menggunakan mobil tronton untuk mengambil solar subsidi di SPBN Penutuk.

Dugaan kebocoran distribusi BBM subsidi jenis solar di SPBN Penutuk ini diungkapkan oleh warga setempat menyusul keluhan para nelayan kepada Anggota DPRD Babel, Pertamina dan BPH Migas, 23 Oktober 2025 lalu.

  • Baca Juga: Pertamina Janji Selidiki Dugaan Penyelewengan BBM Subsidi SPBN Lepar Pongok

Informasi yang dihimpun Aksara Newsroom mengungkap adanya pemisahan jalur distribusi antara nelayan pemegang kartu Pas dan pihak lain yang diduga menikmati solar subsidi dengan harga di atas ketentuan.

Sumber yang masih sama dan minta identitasnya dirahasiakan menyebut, dari puluhan ribu liter solar yang datang setiap kali pengiriman, hanya sebagian kecil yang benar-benar diterima nelayan sesuai harga subsidi.

Ia mengungkap bahwa harga resmi Rp6.800 berlaku terbatas.

Sumber menyebut, harga resmi subsidi Rp6.800 per liter hanya berlaku bagi 176 nelayan pemegang kartu Pas. Selebihnya, solar yang datang ke SPBN Penutuk diduga dijual dengan harga Rp8.000 per liter melalui jalur tidak resmi.

Berdasarkan data yang diklaim bersumber dari admin internal, ungkap dia, harga Rp6.800 per liter hanya berlaku bagi 176 nelayan pemegang kartu Pas. Adapun rinciannya yaitu 112 nelayan Tanjung Sangkar × 40 liter yakni 4.480 liter.

Selain itu, 64 nelayan dari Penutuk, Pulau Panjang, dan Pulau Tinggi × 60 liter dengan total 3.840 liter. Untuk itu, ia melanjutkan total solar subsidi yang dijual sesuai harga resmi hanya sekitar 8.340 liter.

Padahal, setiap kali solar tiba di SPBN Penutuk, volumenya mencapai 32 KL, 37 KL, hingga 42 KL. “Selisihnya besar. Di luar 176 nelayan itu, solar dijual Rp8.000 per liter,” ungkap sumber Aksara Newsroom.

  • Baca Juga: Penyaluran BBM Subsidi Diduga Tak Sampai ke Nelayan, Rina Tarol Desak BPH Migas Turun Tangan

Ia mengungkap dugaan solar subsidi ditampung terlebih dahulu di lokasi tertentu sebelum disalurkan ke pihak lain.

“Kalau aparat mau (tindak-red), tinggal turunkan intel setiap kali solar datang. Lihat di warung D***k, ditampung di situ. Nanti malam baru ada yang ambil,” ujar sumber yang dapat dipertanggungjawabkan kepada Aksara Newsroom.

Pola ini disebut berlangsung berulang dan berpotensi melanggar aturan penyimpanan serta distribusi BBM subsidi. Menariknya, ada salah satu nama yang mencuat diduga menerima kuota dengan jumlah besar.

Tak lain nama Hartati Karmin alias Tati kembali mencuat dalam pusaran isu ini.
Sosoknya ternyata disebut bukan pemain baru. Kata sumber Aksara Newsroom, ia disebut mengatasnamakan nelayan dalam pengambilan solar subsidi.

Namun, sumber menegaskan nelayan Tg Labu justru kesulitan mendapatkan solar. Di sisi lainnya, kata dia, di Tanjung sudah ada pihak lain yang selama ini membantu pengambilan jatah nelayan.

“Padahal sudah ada yang ngambil untuk nelayan namanya Supan, M** juga beli nitip ke L**. L ini korbanbjuga, dia pun sesuai kebutuhan nelayan. Tapi L ini beli 8000 disitu (SPBN-red). Kalau Tati ini atas nama nelayan, harusnya nelayan di Tg Labu itu tidak bingung lagi nyari solar,” ungkap dia.

  • Baca Juga: Ditreskrimsus Polda Babel Benarkan Sedang Selidiki Proyek Dermaga Plengsengan Tanjung Gading

Dugaan lainnya, Hartati disebut memiliki tronton, mengendalikan alat berat disinyalir milik pengusaha asal Koba hingga diduga menyalurkan solar ke sektor pertambangan.

Disebut pula, ia melihat pengambilan terakhir dilakukan menggunakan tronton langsung di dermaga SPBN Penutuk dan ka memastikan dilakukan tanpa kartu Pas.

“Terkahir dia ngambil solar itu pakai tronton ke SPBN Penutuk di atas dermaga langsung tanpa pas. Kuotanya disebut 5 sampai 7 ton. Pernah cuma dapat 2,7 ton, dia sempat ngamuk di SPBN,” kata sumber.

Sebagian Informasi Dibantah Tati

Menanggapi berbagai tuduhan tersebut, Tati memberikan klarifikasi dan membantah sebagian besar informasi yang beredar.

Hanya saja, ia tidak membantah soal keberadaan mobil tronton mengambil minyak ke SPBN Penutuk itu. Tati mengakui peristiwa itu memang pernah terjadi, namun menegaskan berlangsung tanpa sepengetahuannya.

Menurutnya, kejadian itu terjadi sekitar dua bulan lalu saat ia sedang berada di luar rumah untuk urusan pekerjaan. Mobil carry yang biasa digunakan untuk mengangkut solar dalam kondisi rusak, sehingga para pekerjanya memutuskan menggunakan tronton milik rekan mereka yang kebetulan dititipkan di rumah.

“Itu di luar sepengetahuan saya. Saya tidak tahu sama sekali. Anak buah terpaksa memakai tronton karena carry rusak, sedangkan solar harus segera diangkut,” kata Tati.

  • Baca Juga: Sikapi Distribusi BBM Subsidi di Bangka Selatan, Pertamina: Laporkan Siapa yang Bermain

Ia mengaku terkejut ketika peristiwa tersebut kemudian dijadikan dasar tuduhan bahwa tronton itu merupakan kendaraan operasional untuk distribusi ilegal BBM subsidi.

Selain itu, Tati juga membantah informasi yang menyebut dirinya menerima kuota solar subsidi sebesar 5.000 hingga 7.000 liter. Ia mengklaim belum pernah sekalipun menerima kuota sebesar itu.

“Belum pernah saya dapat kuota 5 sampai 7 ribu liter. Itu salah besar,” ujarnya.

Namun, dirinya tak menampik menerima solar dari SPBN. Tati menyebut kuota yang biasa ia terima berkisar sekitar tiga ton, yang seluruhnya disalurkan kepada sekitar 60 nelayan di Tanjung Labu. Dengan jumlah tersebut, ia berdalih tidak mungkin ada sisa solar untuk disalurkan ke pihak lain.

Ia lagi-lagi menepis tudingan bahwa solar tersebut digunakan untuk alat berat tambang atau dijual kepada pihak berinisial “B”.

“Kuota kami habis untuk nelayan. Tidak memungkinkan dibawa ke luar, apalagi untuk tambang,” katanya.

  • Baca Juga: Inisial P Diduga “Big Bos” di Balik Penimbunan 42 Ton BBM Subsidi di Bangka, Diduga Kendalikan Direksi Boneka

Terkait keberadaan alat berat, Tati beralasan memang sempat ada satu unit yang dititipkan sementara oleh seseorang.

Namun, ia memastikan alat berat itu bukan miliknya dan ia sudah tidak lagi berkomunikasi dengan pemiliknya sejak lebih dari sebulan lalu.

“Saya tidak tahu sekarang alat itu bekerja di mana atau dapat solar dari mana,” katanya.

Salah satu poin krusial lainnya adalah soal nelayan yang disebut membayar Rp8.000 per liter solar. Tati mengakui hal tersebut, namun menegaskan bahwa angka itu bukan harga jual BBM, melainkan ongkos jasa angkut dan operasional.

“Rp8.000 itu bukan harga solar. Itu upah angkut. Kami ambil dari pom dan antar ke Tanjung Labu, jaraknya sekitar 21 kilometer. Banyak nelayan tidak punya modal dan tidak bisa antre di SPBN,” jelasnya.

Ia menambahkan, sebagian nelayan bahkan mengambil solar dengan sistem utang karena modal pembelian terlebih dahulu ditanggung olehnya. “Kami bukan menjual minyak. Sistemnya jasa angkut, bukan jual beli,” klaim Tati.

Jumlah nelayan yang mengambil solar melalui jasanya disebut berkisar antara 60 hingga 70 orang, baik yang sudah memiliki kartu nelayan maupun yang belum.

Tati juga menekankan bahwa dirinya bukan satu-satunya pihak yang membantu pengangkutan solar untuk nelayan di wilayah tersebut. Menurutnya, terdapat setidaknya dua penyalur jasa lain yang menjalankan kegiatan serupa.

“Bukan saya sendiri. Ada Cik M** dan L** juga,” ujarnya.

Sementara isu solar yang diambil dari wilayah Celagen, Tati menegaskan hal tersebut bukan bagian dari kuotanya. Ia menyebut solar tersebut merupakan jatah nelayan di bawah naungan pihak lain.

“Itu bukan saya. Itu jatah C** M**. Saya tidak tahu dipakai untuk apa atau dijual ke mana,” katanya.

Mengakhiri klarifikasinya, Tati membantah seluruh tuduhan yang menyebut dirinya menyalahgunakan BBM subsidi, menerima kuota berlebih, maupun menyalurkan solar ke tambang.

“Saya membantah semua tuduhan itu. Kuota 5–7 ribu liter tidak pernah saya terima, dan solar saya tidak pernah dibawa ke tambang,” ujarnya.

Hingga berita ini dipublish, Ditreskrimsus Polda Babel, BPH Migas, SPBN Lepar Pongok dan pihak terkait yang turut disebut dalam upaya konfirmasi. Adapun terkait data dan temuan lapangan, redaksi terus mendalaminya dan melakukan verifikasi. (***)

Penulis: Hendri Kusuma/D2K

  • Baca Juga: Polda Babel Telusuri Keterlibatan Pihak Lain di Balik Penimbunan 42 Ton BBM Subsidi di Belinyu
Tags: Bangka BelitungBaselBBMBBM SubsidiBPH MigasInformanLepar PongokPenutukPertaminaPolda BabelSPBN
ShareTweetSend

Related Posts

Jeti Pantai Puding Butuh Perhatian, Nelayan Tukak Sadai Menunggu Fasilitas yang Lebih Layak

Jeti Pantai Puding Butuh Perhatian, Nelayan Tukak Sadai Menunggu Fasilitas yang Lebih Layak

by Hendri J. Kusuma
22 September 2026
0

AksaraNewsroom.ID - Bagi nelayan di Pantai Puding, Kecamatan Tukak Sadai, Bangka Selatan, jeti bukan sekadar tempat menambatkan perahu. Lebih dari...

85 KK di Griya Pangkalpinang Terbantu Distribusi Air Bersih PT Timah

85 KK di Griya Pangkalpinang Terbantu Distribusi Air Bersih PT Timah

by Hendri J. Kusuma
21 September 2026
0

AksaraNewsroom.ID -- Memasuki musim kemarau, kebutuhan air bersih masyarakat di sejumlah wilayah Pangkalpinang, Bangka Belitung, mulai meningkat. Untuk membantu memenuhi...

APBD Babel 2026 Masuk Tahap Pengesahan

APBD Babel 2026 Masuk Tahap Pengesahan

by Hendri J. Kusuma
21 September 2026
0

AksaraNewsroom.ID – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, menghadiri Rapat Paripurna DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan agenda Pengambilan Keputusan...

Load More
Next Post
Dugaan Pasokan Timah Ilegal Tengah Malam ke PT MGR Disorot, Warga Minta Telusuri Rantai Pasok

Dugaan Pasokan Timah Ilegal Tengah Malam ke PT MGR Disorot, Warga Minta Telusuri Rantai Pasok

6 Orang Penambang Timah Ilegal Diamankan Polda Babel

6 Orang Penambang Timah Ilegal Diamankan Polda Babel

Kasus Dugaan Korupsi Tata Niaga Timah, Kejari Basel Panggil Sejumlah Pimpinan Perusahaan Tambang

Kasus Dugaan Korupsi Tata Niaga Timah, Kejari Basel Panggil Sejumlah Pimpinan Perusahaan Tambang

Cetak Generasi Unggul, PT Timah Dukung Duta Kampus Institut Pahlawan 12

Cetak Generasi Unggul, PT Timah Dukung Duta Kampus Institut Pahlawan 12

Praktisi Tambang Ungkap Peluang LTJ dari Sisa Hasil Pengolahan Timah

Praktisi Tambang Ungkap Peluang LTJ dari Sisa Hasil Pengolahan Timah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

  • 5 Smelter Timah Disita Kejagung Bakal Beroperasi Kembali, Dikelola BUMN Menugaskan PT Timah

    5 Smelter Timah Disita Kejagung Bakal Beroperasi Kembali, Dikelola BUMN Menugaskan PT Timah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bocah Perempuan Korban Diterkam Buaya Ditemukan di Dekat Perairan Jembatan Emas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Breaking News! Kejati Babel Diduga Geledah Kantor BWS Babel

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mitos Sentuh Kelamin Patung Victor Noir Cegah Kemandulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Respon Gugatan PTUN! DL Wagub Babel Telah Habiskan Rp217 Juta dalam 3 bulan, Gubernur Hidayat Ternyata Segini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
5 Smelter Timah Disita Kejagung Bakal Beroperasi Kembali, Dikelola BUMN Menugaskan PT Timah

5 Smelter Timah Disita Kejagung Bakal Beroperasi Kembali, Dikelola BUMN Menugaskan PT Timah

23 April 2024
Bocah Perempuan Korban Diterkam Buaya Ditemukan di Dekat Perairan Jembatan Emas

Bocah Perempuan Korban Diterkam Buaya Ditemukan di Dekat Perairan Jembatan Emas

4 Februari 2025
Breaking News! Kejati Babel Diduga Geledah Kantor BWS Babel

Breaking News! Kejati Babel Diduga Geledah Kantor BWS Babel

18 Juni 2025
Mitos Sentuh Kelamin Patung Victor Noir Cegah Kemandulan

Mitos Sentuh Kelamin Patung Victor Noir Cegah Kemandulan

20 Juni 2023
Ironi Proyek Ketahanan Pangan di Batu Betumpang, Petani Keluhkan Air Asin hingga Pintu Air Bocor

Ironi Proyek Ketahanan Pangan di Batu Betumpang, Petani Keluhkan Air Asin hingga Pintu Air Bocor

3
Penopang Air Bendungan Ditanami Sawit, Petani Padi Desa Rias Minta Perhatian Presiden, DPRD Babel Desak Tim Satgas Bertindak!

Menyorot Proyek Irigasi BWS Babel dan Hulu Bendungan Mentukul Terancam Ekspansi Sawit

2
31 Ribu Hektare Dikuasai 60 Tahun, Rina Tarol Ungkap Kejanggalan Izin HTI Milik PT HLR

Penambang Kecil Tersandera? Rina Tarol Kritik Peran Kolektor Timah dan Skema Kemitraan

2
Jalan Puluhan Miliar di Basel Retak, BPJN Babel: Kalau Rusak Lagi Artinya Ada yang Salah

Jalan Puluhan Miliar di Basel Retak, BPJN Babel: Kalau Rusak Lagi Artinya Ada yang Salah

2
Jeti Pantai Puding Butuh Perhatian, Nelayan Tukak Sadai Menunggu Fasilitas yang Lebih Layak

Jeti Pantai Puding Butuh Perhatian, Nelayan Tukak Sadai Menunggu Fasilitas yang Lebih Layak

22 September 2026
85 KK di Griya Pangkalpinang Terbantu Distribusi Air Bersih PT Timah

85 KK di Griya Pangkalpinang Terbantu Distribusi Air Bersih PT Timah

21 September 2026
APBD Babel 2026 Masuk Tahap Pengesahan

APBD Babel 2026 Masuk Tahap Pengesahan

21 September 2026
Koalisi Sipil Soroti Konflik Tambang hingga Rencana PLTN di Babel

Koalisi Sipil Soroti Konflik Tambang hingga Rencana PLTN di Babel

21 September 2026
ADVERTISEMENT

Tags

ADV Advertorial Algafry Rahman Bangka Barat Bangka Belitung Bangka Selatan Bangka Tengah Bank Sumsel Babel Bawaslu Belitung Beltim BSB BUMN Bupati Bangka Tengah DPRD DPRD Babel Erzaldi Rosman Djohan Gubernur Babel Hidayat Arsani IUP Kapolda Babel KPU Lingkungan MIND ID Molen Nelayan Pangkalpinang Pangkalpinang Pemilu 2024 Pemkab Bangka Tengah Pemkot Pangkalpinang Pemprov Babel Pilkada 2024 Pj Gubernur Babel Polda Babel Politik Program CSR PT Timah Tbk PT Timah PT Timah Tbk Rina Tarol Safrizal Zakaria Ali Sawit Timah TINS UMKM
  • Aksara Newsroom | Bertutur Dengan Data
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Newsroom
  • Pedoman Media Siber

PT. AKSARA MEDIA INDONESIA - All rights reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Content is protected !!
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Lingkungan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Makro
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Destinasi
    • Kuliner
    • Budaya
    • Humaniora
  • Olahraga
  • Lokal Newsroom
    • Pangkalpinang
    • Bangka Tengah
    • Bangka
    • Belitung
    • Bangka Selatan
    • Bangka Barat
  • Newsroom
    • Newsroom
    • Kontak
    • Disclaimer
  • Aksara Newsroom | Bertutur Dengan Data

PT. AKSARA MEDIA INDONESIA - All rights reserved