AksaraNewsroom.ID – DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyoroti kondisi ruas Jalan Raya Bikang–Jeriji alias dikenal Lelap Bikang, Kabupaten Bangka Selatan, yang kembali mengalami kerusakan meski baru sekitar satu tahun selesai dibangun.
Ruas jalan sepanjang kurang lebih 500 meter yang menelan anggaran hampir Rp50 miliar itu kini terlihat bergelombang dan mengalami retakan memanjang di bagian tengah badan jalan.
Anggota DPRD Bangka Belitung, Rina Tarol, meninjau langsung lokasi tersebut pada Sabtu (13/6/2026) setelah menerima laporan masyarakat yang menilai kondisi jalan membahayakan pengguna.
Menurut Rina, keluhan warga telah disampaikan berulang kali. Masyarakat mempertanyakan kualitas pembangunan jalan yang sebelumnya diklaim menggunakan teknologi khusus untuk mengatasi persoalan tanah lunak di kawasan tersebut.
“Sudah berkali-kali masyarakat mengadu dan melaporkan kondisi jalan ini. Jalan yang diklaim menggunakan teknologi tinggi dengan biaya yang fantastis ternyata kembali rusak dan terbelah. Beberapa kali dilakukan pemeliharaan, tetapi tetap mengalami kerusakan,” kata Rina kepada wartawan di lokasi, Sabtu (13/5) dikutip Aksara.
Baca Juga: Menyorot Proyek Irigasi BWS Babel dan Hulu Bendungan Mentukul Terancam Ekspansi Sawit
Ia menilai kerusakan tersebut tidak hanya merugikan negara dari sisi anggaran, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
“Ini cukup membahayakan pengendara dan berdasarkan informasi yang kami terima sudah pernah terjadi kecelakaan di lokasi ini,” ujarnya.
Sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Bangka Selatan, Rina menegaskan akan menindaklanjuti persoalan tersebut secara kelembagaan.
Menurutnya, proyek pembangunan jalan tersebut dilaksanakan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN).
“Kami meminta aparat penegak hukum turun melihat persoalan ini. Tidak bisa dibiarkan begitu saja. Saya akan koordinasi dengan Komisi III menyikapi kondisi ini secara kelembagaan karena ini merupakan aspirasi dan aduan masyarakat yang tidak mungkin kami abaikan,” tegas politisi Partai Golkar tersebut.
Meski tidak secara langsung menyebut proyek tersebut sebagai proyek gagal, Rina menilai kondisi fisik jalan saat ini menunjukkan adanya persoalan yang perlu dievaluasi secara menyeluruh.
“Kalau dilihat secara kasat mata, kualitas pekerjaan ini jauh dari kata baik. Jalan ini baru dibangun dengan anggaran hampir Rp50 miliar, tetapi kondisinya sudah rusak dan memprihatinkan,” ungkapnya.
Ia juga meminta pemerintah meningkatkan pengawasan terhadap kualitas pembangunan infrastruktur, terutama pada proyek dengan nilai anggaran besar.
“Kita berharap pemerintah tidak hanya membangun jalan, tetapi memastikan kualitasnya. Jangan baru satu tahun sudah rusak. Minimal infrastruktur seperti ini bisa bertahan dalam jangka waktu yang layak,” imbuhnya.
Sebelumnya, BPJN Bangka Belitung memperkenalkan penggunaan teknologi mortar foam atau mortar busa pada proyek peningkatan Jalan Lelap Bikang–Jeriji. Teknologi tersebut disebut sebagai yang pertama diterapkan di Bangka Belitung untuk mengatasi kondisi tanah dasar yang lunak.
Metode tersebut dikombinasikan dengan pemasangan kayu cerucuk yang diklaim mampu meningkatkan stabilitas konstruksi jalan serta mengurangi risiko penurunan tanah yang selama ini menyebabkan jalan bergelombang.
Proyek ini mulai dikerjakan pada 2023 dan diselesaikan pada 2024. Namun, berdasarkan dokumentasi lapangan, permukaan jalan kembali mengalami gelombang pada bagian tengah ruas. Aspal tampak retak memanjang dan terbelah di sepanjang jalur sekitar 500 meter, terutama pada garis sambungan konstruksi.
Di beberapa titik juga terlihat rongga atau lubang kecil yang mengindikasikan terjadinya penurunan pada lapisan perkerasan.
Secara visual, terdapat sejumlah dugaan penyebab teknis yang perlu diteliti lebih lanjut, di antaranya penurunan tanah dasar, sambungan konstruksi yang tidak menyatu sempurna, serta kemungkinan perbedaan kepadatan material timbunan atau lapisan pondasi.
Meski demikian, penyebab pasti kerusakan hanya dapat dipastikan melalui audit teknis, pengujian laboratorium, investigasi konstruksi, serta pemeriksaan dokumen pelaksanaan proyek.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak BPJN Bangka Belitung terkait kondisi terbaru ruas Jalan Lelap Bikang–Jeriji maupun langkah penanganan yang akan dilakukan.****

















