PANGKALPINANG, AksaraNewsroom.ID – Badan Pusat Statistik merilis perkembangan indikator ekonomi terbaru di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung per 2 Maret 2026. Rilis tersebut mencakup kondisi inflasi, kesejahteraan petani, perdagangan luar negeri, pariwisata serta transportasi laut dan udara.
Adapun secara umum, ekonomi daerah menunjukkan dinamika beragam, inflasi tahunan meningkat, nilai tukar petani membaik, ekspor melonjak signifikan, sementara sektor pariwisata dan transportasi mengalami penurunan aktivitas pada awal tahun.
Pada Februari 2026, Bangka Belitung mencatat inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) sebesar 3,31 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 106,75. Namun secara bulanan (month-to-month/m-to-m) terjadi deflasi 0,64 persen.
Penyumbang utama inflasi tahunan antara lain tarif listrik, emas perhiasan, dan cumi-cumi.
Sementara secara bulanan, perubahan harga dipengaruhi komoditas bayam, sawi hijau, dan ikan kerisi.
Inflasi kabupaten/kota
Tanjung Pandan: inflasi y-on-y 2,16 persen, deflasi m-to-m 1,56 persen
Kabupaten Bangka Barat: inflasi y-on-y 4,78 persen, deflasi m-to-m 0,77 persen
Kabupaten Belitung Timur: inflasi y-on-y 3,00 persen, deflasi m-to-m 0,01 persen.
Adapun Kota Pangkalpinang yakni inflasi y-on-y 3,00 persen, inflasi m-to-m 0,44 persen
Nilai Tukar Petani Naik 1,17 Persen
Nilai Tukar Petani (NTP) Februari 2026 tercatat 154,36, naik 1,17 persen dibanding bulan sebelumnya.
Kenaikan didorong oleh meningkatnya indeks harga yang diterima petani (It) menjadi 191,64, terutama dari komoditas kelapa sawit, karet, dan cabai rawit. Sementara indeks harga yang dibayar petani (Ib) turun menjadi 124,15, dipengaruhi harga bayam, sawi hijau, dan kacang panjang.
Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) juga naik 0,57 persen menjadi 152,40. Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) naik 0,15 persen menjadi 125,75.
Di Pulau Sumatera, kenaikan NTP tertinggi terjadi di Provinsi Sumatera Utara sebesar 2,26 persen. Penurunan terdalam terjadi di Provinsi Sumatera Barat sebesar 1,60 persen.
Sementara, Bangka Belitung menempati posisi keempat tertinggi di Sumatera setelah Provinsi Bengkulu, Provinsi Riau, dan Provinsi Jambi.
Ekspor Januari 2026 Melonjak Lebih dari Dua Kali Lipat
Nilai ekspor Bangka Belitung Januari 2026 mencapai US$157,93 juta, naik 109 persen dibanding Januari 2025. Ekspor timah menjadi penyumbang terbesar dengan nilai US$131,81 juta, meningkat 203,03 persen dibanding tahun sebelumnya yang hanya US$43,50 juta.
Nilai impor tercatat US$112,07 ribu, naik 112,28 persen dibanding Januari 2025.
Dengan kinerja tersebut, neraca perdagangan daerah mencatat surplus.
Pariwisata: Wisnus Naik Tahunan, Namun Aktivitas Bulanan Turun
Jumlah perjalanan wisatawan nusantara (Wisnus) ke Bangka Belitung pada Januari 2026 mencapai 386,53 ribu perjalanan.
Angka ini turun 1,95 persen dibanding Desember 2025, tetapi meningkat 7,79 persen dibanding Januari 2025.
Jumlah tamu hotel tercatat 59.259 orang, turun 9,13 persen dari bulan sebelumnya.
Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang sebesar 25,47 persen, turun 5,81 poin.
Rata-rata lama menginap tercatat 1,45 malam, sedikit menurun dibanding bulan sebelumnya.
Transportasi Laut dan Udara Sama-sama Menurun
Angkutan laut
Penumpang berangkat: 34,01 ribu orang (turun 34,01 persen)
Penumpang datang: 28,53 ribu orang (turun 6,76 persen)
Barang dimuat: 254,34 ribu ton (turun 13,23 persen)
Barang dibongkar: 137,50 ribu ton (turun 22,32 persen)
Angkutan udara
Total penumpang berangkat tercatat 63,36 ribu orang (turun 12,70 persen), sedangkan penumpang datang 66,77 ribu orang (turun 10,73 persen).
Rinciannya:
Bandara Depati Amir: keberangkatan 43,51 ribu orang, kedatangan 47,24 ribu orang
Bandara H.A.S. Hanandjoeddin: keberangkatan 19,85 ribu orang, kedatangan 19,53 ribu orang
Data lengkap dapat diakses melalui laman resmi BPS Bangka Belitung. (***)





















