PANGKALPINANG, AksaraNewsroom.ID – Ratusan petani Desa Pergam dan Desa Serdang Kabupaten Bangka Selatan (Basel) mengancam mogok menanam padi jika pemerintah tidak segera menghentikan aktivitas perkebunan kelapa sawit yang merambah kawasan sumber air baku dan Daerah Aliran Sungai (DAS) Kemis.
Daerah resapan air Kemis merupakan sumber utama pengairan lebih dari 2.000 hektare sawah produktif. Namun, pembukaan perkebunan sawit dinilai mengancam keberlangsungan irigasi dan membuat lahan pertanian kering.
‎”Sebenarnya jujur leteh pak, kami dibenturkan sesama masyarakat kami, sekarang ada dua kubu diluar itu pak, sedih kami pak, jujur apakah perusahaan ini tega membenturkan kami pak?,” ungkap Sandi, selaku Ketua GP3A (Gabungan Para Petani Pemakai Air) Desa Pergam dan Serdang, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang berlangsung di Ruang Banmus DPRD Babel, Selasa (07/10/2025).
‎
‎Pihaknya pun mengaku, telah berulang kali menyampaikan persoalan ini ke pemerintah daerah dan belum mendapatkan hasil yang diharapkan.
‎
‎Maka dari itu pula, jika memang pemerintah tidak mau lagi menindaklanjuti aspirasi dan keluhan para petani, maka pihaknya mengancam akan ‘mogok’ menanam padi ditahun yang akan mendatang.
‎
‎”Men kire-kire ikak agik memihak dengan perusahaan sawit, kami dak bakal nanem agik, kami berhenti, sawah Desa Pergam yang sekarang 2000 hektare kami berhenti nanem e, jadi dak pening-pening dak, kami gak agik bertengkar, kami gak agik bekelai,” tegas Sandi, disambut sorakan dukungan dari masyarakat yang hadir.
‎
‎”Jadi men kire-kire pemerintah ini memang benar-benar sudah tidak memihak kami petani sawah, ya kita nanam sawit bailah,” tambahnya lagi.
‎
‎Sebagai informasi, Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ditahun 2024 daerah Kabupaten Bangka Selatan menjadi daerah dengan produksi padi terbesar di Provinsi Kep Bangka Belitung, dengan luas panen tanaman padi mencapai 13.140,44 hektare dan rekap produksi padi mencapai 65.029,61 ton.
‎
‎Tentu jika petani sawah Desa Pergam dan Desa Serdang betul-betul merealisasikan ancaman tersebut, maka akan menjadi pukulan berat bagi masyarakat Bangka Belitung. Apalagi, produksi padi di Kepulauan Babel saat ini masih terbilang rendah, dan diperkirakan baru memenuhi 31,24 persen kebutuhan konsumsi masyarakat.
‎
‎Bahkan tak menutup kemungkinan, salah satu program prioritas Presiden Republik Indonesia (RI) yakni untuk mewujudkan ketahanan pangan berkelanjutan akan gagal di Bangka Belitung, jikalau keluhan petani sawah ini tak kunjung ditindaklanjuti.
‎
‎Seperti diketahui, Republik Indonesia dibawah kepemimpinan Prabowo Subianto, saat ini terus mengupayakan swasembada pangan sebagai prioritas nasional untuk mewujudkan ketahanan pangan berkelanjutan.
‎
‎Dalam berbagai kesempatan, Prabowo juga menegaskan bahwa kedaulatan pangan adalah fondasi kekuatan nasional. Baginya, bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu memberi makan rakyatnya sendiri.
‎
‎Oleh karna itu pula, para petani sawah Desa Pergam dan Desa Serdang, mendesak pemerintah daerah untuk tidak menutup mata atas kondisi yang terjadi.
‎
‎”Ikak jangan bekilah agiklah, tolonglah!
‎Ikak pinter, diberi amanah negara, dibiayi gaji negara untuk mengurus rakyat,” tegas Sandi.
‎
‎Tak hanya itu, pihaknya juga mengancam akan mengembalikan seluruh Alsintan (Alat dan Mesin Pertanian) untuk membantu kegiatan pertanian, jikalau keresahan para petani tak kunjung ditindaklanjuti.
‎
‎”Jadi Pak Didit (Ketua DPRD Babel-red) men kire-kire ikak dak dukung kami semue Alsintan kami balikkan, kami dak nanam agik, Serdang – Pergem itu nomor dua penghasil beras tertinggi di Babel,” tukasnya.
‎
‎Sementara itu, Kepala Bidang Tata Ruang PUPR Basel, Mansen Simarmata menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak menutup mata terhadap keluhan para petani.
‎
‎Saat ini pun, kata Mansen, pihaknya terus turun ke lapangan melihat kondisi yang terjadi dan dalam waktu dekat akan segera menyampaikan hasilnya kepada pihak-pihak terkait.
‎
‎”Dari pemerintah Kabupaten Bangka Selatan tidak ada pembiaran itu dulu mau kami klarifikasi, pemerintah bergerak intinya tetap kompherensif, kondusif, semuanya seizin pimpinan,” ucapnya. (*)





















