AksaraNewsroom.ID – Kerusakan Dermaga Penyeberangan Sadai yang menyebabkan terhentinya layanan penyeberangan kembali menjadi perhatian publik. Salah satu yang turut menjadi sorotan adalah dugaan aktivitas bongkar muat sawit menggunakan tongkang di kawasan pelabuhan tersebut.
Menanggapi hal itu, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bangka, menyebut bahwa fasilitas yang rusak merupakan dermaga khusus penyeberangan dan bukan lokasi tempat tongkang sawit bersandar.
Supervisor Pelabuhan Penyeberangan Sadai PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bangka, Dedy Triwijaya mengatakan kerusakan dermaga disebabkan oleh faktor usia konstruksi yang sudah tidak optimal.
“Dermaga yang rusak sekarang ini dermaga pelabuhan penyeberangan Sadai. Penyebabnya karena faktor usia konstruksinya, Pak,” kata Dedy, Rabu (24/6) dikonfirmasi Aksara Newsroom.
Menurutnya, aktivitas tongkang sawit tidak berlangsung di dermaga penyeberangan yang saat ini ditutup sementara.
“Tongkang sawit sandar di dermaga umum UPP Sadai yang di sebelahnya,” katanya.
- Baca Juga: Ditreskrimsus Polda Babel Benarkan Sedang Selidiki Proyek Dermaga Plengsengan Tanjung Gading
Meski demikian, ASDP belum memberikan penjelasan lebih rinci ketika ditanya mengenai kemungkinan pengaruh aktivitas di dermaga umum terhadap kondisi infrastruktur penyeberangan yang berada berdekatan. Pertanyaan mengenai hubungan konstruksi kedua dermaga juga belum dijawab.
Sebelumnya, Dedy memastikan bahwa dermaga yang rusak tersebut sejak awal memang difungsikan secara khusus untuk layanan penyeberangan.
Ia menjelaskan, Dinas Perhubungan Kabupaten Bangka Selatan selaku pengelola pelabuhan telah menyiapkan rehabilitasi dermaga dengan target penyelesaian pada September 2026.
“Estimasi kembali operasi dermaganya bulan september, untuk rute penyeberangan rencana ada pengalihan ke Dermaga Pangkalbalam sebagai dalam proses pengurusan,” kata dia. (hjk/dd)
















